Nanang Pribadi, Mantan Sopir yang Sukses Jadi Pengusaha Sangkar Burung Bisa Gaji Karyawan Rp75 Juta per Minggu
Rabu, 01 Februari 2023 - 12:06 WIB
loading...
A
A
A
Setelah tak memutuskan untuk menjadi sopir, Nanang mulai fokus menjadi pengusaha produsen sangkar burung. Bermodalkan tabungan yang dimilikinya saat bekerja di Batam, ia yakin dagangannya laku keras.
Tetapi, harapannya tak sesuai dengan kenyataan karena dagangannya tak dilirik dan modalnya habis. Bahkan, Nanang mengaku menggunakan uang keperluan bertani untuk menambah modal usahanya. Saat itu, Nanang mengakui hanya memiliki uang Rp2 juta yang dijadikannya modal untuk membeli segala keperluan untuk membuat sangkar. Sayang, perhitungannya meleset dan harus mencari cara agar usahanya berjalan lancar.
"Tahun 2011 setelah saya pulang merantau dari Batam, awal mula saya mulai menggeluti usaha produksi sangkar sampai kehabisan modal. Uang pupuk sampai saya pakai untuk belanja bahan cat. Tapi yang bikin saya semangat, orang tua saya bilang ‘kamu produksi sangkar, bikin sangkar, ada hasilnya nggak? Kalau nggak ada hasilnya mending nggak usah produksi sangkar’," ujar Nanang.
Pantang patah arang, Nanang terus berusaha mencari jalan agar usaha rumahannya tetap berjalan. Menjual handphone dan meminta bantuan kakak kandungnya untuk proses peminjaman uang. “Saya terpaksa nyari pinjaman dari kakak saya sebesar Rp5 juta. Itu pun kakak saya yang mengambilkan di bank, soalnya saya belum punya omzet yang pasti. Kalau orang produksi harus ada uang simpanan Rp10 juta kalau pinjam Rp5 juta,” ucapnya.
Hasil dari pinjaman tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Nanang hingga omsetnya bertambah. Ini memberanikannya untuk meminjam lebih besar lagi ke bank hingga nominal Rp75 juta. Uang tesebut dikelolanya dengan matang karena Nanang mengaku tak ingin meminjam bank lagi. Modal tersebut digunakan untuk menambah karyawan agar tak dikejar target karena produksinya dalam satu minggu mencapai 80 sangkar.
Tetapi, harapannya tak sesuai dengan kenyataan karena dagangannya tak dilirik dan modalnya habis. Bahkan, Nanang mengaku menggunakan uang keperluan bertani untuk menambah modal usahanya. Saat itu, Nanang mengakui hanya memiliki uang Rp2 juta yang dijadikannya modal untuk membeli segala keperluan untuk membuat sangkar. Sayang, perhitungannya meleset dan harus mencari cara agar usahanya berjalan lancar.
"Tahun 2011 setelah saya pulang merantau dari Batam, awal mula saya mulai menggeluti usaha produksi sangkar sampai kehabisan modal. Uang pupuk sampai saya pakai untuk belanja bahan cat. Tapi yang bikin saya semangat, orang tua saya bilang ‘kamu produksi sangkar, bikin sangkar, ada hasilnya nggak? Kalau nggak ada hasilnya mending nggak usah produksi sangkar’," ujar Nanang.
Pantang patah arang, Nanang terus berusaha mencari jalan agar usaha rumahannya tetap berjalan. Menjual handphone dan meminta bantuan kakak kandungnya untuk proses peminjaman uang. “Saya terpaksa nyari pinjaman dari kakak saya sebesar Rp5 juta. Itu pun kakak saya yang mengambilkan di bank, soalnya saya belum punya omzet yang pasti. Kalau orang produksi harus ada uang simpanan Rp10 juta kalau pinjam Rp5 juta,” ucapnya.
Hasil dari pinjaman tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Nanang hingga omsetnya bertambah. Ini memberanikannya untuk meminjam lebih besar lagi ke bank hingga nominal Rp75 juta. Uang tesebut dikelolanya dengan matang karena Nanang mengaku tak ingin meminjam bank lagi. Modal tersebut digunakan untuk menambah karyawan agar tak dikejar target karena produksinya dalam satu minggu mencapai 80 sangkar.
Lihat Juga :