Akselerasi Hilirisasi, Menko Airlangga Tinjau Kemajuan KEK JIIPE hingga Smelter Freeport
Kamis, 02 Februari 2023 - 16:41 WIB
loading...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau secara langsung tingkat kemajuan pengembangan KEK Java Integrated Industrial and Ports State (JIIPE) Gresik serta proses pembangunan Manyar Smelter Freeport. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto meninjau secara langsung tingkat kemajuan pengembangan KEK Java Integrated Industrial and Ports State (JIIPE) Gresik serta proses pembangunan Manyar Smelter Freeport yang berlokasi di dalam kawasan KEK JIIPE tersebut. Manyar Smelter Freeport merupakan fasilitas pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga milik PT Freeport Indonesia yang tengah dibangun di KEK JIIPE.
"Pemerintah mengapresiasi kepada PTFI karena progress sejak di-groundbreaking oleh Bapak Presiden ini sudah mencapai 51,7% dan ini progress yang sesuai dengan yang tadi disampaikan dan di tempat kita berdiri ini dilaporkan sudah lebih dari 18.000 pile sudah ditanam dan ini 100% selesai dan ini adalah investasi yang luar biasa," ujar Menko Airlangga melalui pernyataannya, Kamis (2/2/2023).
Baca Juga: Airlangga Sebut Penerapan B35 Berpotensi Hemat Devisa USD10,75 Miliar
Menurut dia smelter tersebut merupakan smelter tembaga design single line terbesar di dunia yang dibangun sebagaimana mandat di dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Smelter yang dibangun dengan kapasitas pengolahan konsentrat tembaga sebesar 1,7 juta ton per tahun dan fasilitas Precious Metal Refinery sebesar 6.000 ton per tahun tersebut, memiliki kumulatif kemajuan pembangunan hingga 31 Desember 2022 mencapai 51,7%
dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2023, serta diperasionalkan mulai tahun 2024.
Menyerap tenaga kerja hingga sebanyak 11.000 orang, smelter tersebut dibangun dengan menelan biaya investasi hingga USD1.63 miliar atau sekitar Rp25,5 triliun. Hal ini merupakan wujud komitmen PT Freeport Indonesia dalam mendukung upaya hilirisasi yang dilakukan pemerintah.
"Pemerintah mengapresiasi kepada PTFI karena progress sejak di-groundbreaking oleh Bapak Presiden ini sudah mencapai 51,7% dan ini progress yang sesuai dengan yang tadi disampaikan dan di tempat kita berdiri ini dilaporkan sudah lebih dari 18.000 pile sudah ditanam dan ini 100% selesai dan ini adalah investasi yang luar biasa," ujar Menko Airlangga melalui pernyataannya, Kamis (2/2/2023).
Baca Juga: Airlangga Sebut Penerapan B35 Berpotensi Hemat Devisa USD10,75 Miliar
Menurut dia smelter tersebut merupakan smelter tembaga design single line terbesar di dunia yang dibangun sebagaimana mandat di dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Smelter yang dibangun dengan kapasitas pengolahan konsentrat tembaga sebesar 1,7 juta ton per tahun dan fasilitas Precious Metal Refinery sebesar 6.000 ton per tahun tersebut, memiliki kumulatif kemajuan pembangunan hingga 31 Desember 2022 mencapai 51,7%
dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2023, serta diperasionalkan mulai tahun 2024.
Menyerap tenaga kerja hingga sebanyak 11.000 orang, smelter tersebut dibangun dengan menelan biaya investasi hingga USD1.63 miliar atau sekitar Rp25,5 triliun. Hal ini merupakan wujud komitmen PT Freeport Indonesia dalam mendukung upaya hilirisasi yang dilakukan pemerintah.
Lihat Juga :