Keras, Trump Sebut Tak Tertarik Lagi Bicarakan Perdagangan dengan China

Rabu, 15 Juli 2020 - 10:25 WIB
loading...
A A A
Diketahui, sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan fase 1, China berjanji untuk meningkatkan pembelian pertanian AS dan barang-barang manufaktur, energi, dan jasa sebesar USD200 miliar selama dua tahun. Akan tetapi Trump mengatakan pandemi mengubah pandangannya tentang perjanjian tersebut.

Di Gedung Putih, Trump mengumumkan bahwa ia menandatangani undang-undang dan perintah eksekutif untuk meminta pertanggungjawaban China atas undang-undang keamanan nasional "opresif" yang diberlakukannya terhadap Hong Kong.

(Baca Juga: Trump Tandatangani UU Sanksi China Atas Intervensi di Hong Kong)

Langkah yang disetujui oleh Kongres, yang terbaru dari serangkaian langkah yang bertujuan untuk meningkatkan tekanan terhadap Beijing, memberikan administrasi Trump wewenang untuk menghukum bank yang melakukan bisnis dengan pejabat China yang menerapkan undang-undang keamanan nasional baru Beijing di Hong Kong. Trump juga mengatakan dia tidak memiliki rencana untuk berbicara dengan Presiden China Xi Jinping.

Sebelum pandemi dimulai, beberapa pengamat perdagangan di Washington mengharapkan negosiasi fase 2 akan menghasilkan sesuatu sebelum pemilihan 2020. Sementara Fase 1 berfokus terutama pada pembelian barang-barang AS di China, meningkatkan akses AS ke pasar jasa keuangan China dan beberapa masalah kekayaan intelektual, fase 2 dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang jauh lebih sulit terkait dengan kebijakan transfer teknologi China, spionase industri, dan subsidi pemerintah kepada negara.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Trump-Xi Jinping Bertemu...
Trump-Xi Jinping Bertemu Tanpa Kesepakatan Logam Tanah Jarang, Perang Dagang Masih Membayangi
Trump Bawa Pasukan Miliarder...
Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?
Harga Minyak Dunia Tergantung...
Harga Minyak Dunia Tergantung Mood Trump! Naik-Turun Cuma Gara-gara Presiden AS Kurang Tidur
AS Sanksi Terminal Minyak...
AS Sanksi Terminal Minyak China Jelang KTT Trump-Xi Jinping, Beijing Kecam Intimidasi Washington
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Rekomendasi
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved