Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen di 2022, Indonesia Diminta Kejar Vietnam
Senin, 06 Februari 2023 - 16:46 WIB
loading...
Pemerintah harus menjaga konsumsi rumah tangga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,31% sepanjang 2022. Atas capaian itu, pemerintah perlu menjaga beberapa faktor penopangnya.
Baca juga: Kembali Seperti Sebelum Pandemi, Ekonomi Tumbuh 5,31% di 2022
Pertama, dari sisi konsumsi rumah tangga (RT), momentum yang harus dijaga hari ini adalah pengendalian inflasi . Jika inflasi pangan dan energi bisa ditekan, masyarakat bisa memanfaatkan momentum pencabutan PPKM untuk belanja lebih banyak.
"Terutama belanja di pusat retail maupun belanja yang berkaitan dengan transportasi dan rekreasi," ujar Bhima Yudhistira, ekonom sekaligus Direktur CELIOS, kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Senin (6/2/2023).
Kemudian, yang kedua adalah pemerintah tetap perlu mendorong efektivitas dan penyerapan belanja. Upaya ini kalau melihat kinerja belanja pemerintah di 2022 mengalami penurunan yang cukup dalam.
"Padahal belanja pemerintah masih dibutuhkan sebagai safeguard atau jaring pengaman, terutama untuk mengantisipasi efek PHK massal yang terjadi di beberapa industri dan juga memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin yang rentan terhadap kenaikan biaya kebutuhan pokok," jelas Bhima.
Selain itu, melihat realisasi investasi, meskipun angkanya tumbuh, namun pertumbuhannya masih belum ideal. Pertumbuhan investasi di 2022, menurut Bhima, tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan di tahun 2021.
Baca juga: Kembali Seperti Sebelum Pandemi, Ekonomi Tumbuh 5,31% di 2022
Pertama, dari sisi konsumsi rumah tangga (RT), momentum yang harus dijaga hari ini adalah pengendalian inflasi . Jika inflasi pangan dan energi bisa ditekan, masyarakat bisa memanfaatkan momentum pencabutan PPKM untuk belanja lebih banyak.
"Terutama belanja di pusat retail maupun belanja yang berkaitan dengan transportasi dan rekreasi," ujar Bhima Yudhistira, ekonom sekaligus Direktur CELIOS, kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Senin (6/2/2023).
Kemudian, yang kedua adalah pemerintah tetap perlu mendorong efektivitas dan penyerapan belanja. Upaya ini kalau melihat kinerja belanja pemerintah di 2022 mengalami penurunan yang cukup dalam.
"Padahal belanja pemerintah masih dibutuhkan sebagai safeguard atau jaring pengaman, terutama untuk mengantisipasi efek PHK massal yang terjadi di beberapa industri dan juga memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin yang rentan terhadap kenaikan biaya kebutuhan pokok," jelas Bhima.
Selain itu, melihat realisasi investasi, meskipun angkanya tumbuh, namun pertumbuhannya masih belum ideal. Pertumbuhan investasi di 2022, menurut Bhima, tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan di tahun 2021.
Lihat Juga :