Tumbuh Impresif di Atas 5%, Industri Manufaktur Topang Ekonomi RI

Selasa, 07 Februari 2023 - 14:04 WIB
loading...
Tumbuh Impresif di Atas...
Di tengah perlambatan ekonomi global, utilisasi sektor industri manufaktur RI rata-rata sudah berada di atas 71%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Industri pengolahan nonmigas Indonesia sepanjang tahun lalu tumbuh impresif di 5,01%. Capaian ini lebih tinggi dibanding tahun 2021 yang sebesar 3,67%.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, sektor industri menjadi penopang utama terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,31% pada 2022.

“Kinerja positif dari industri manufaktur ini sejalan dengan beberapa indikator sepanjang 2022, antara lain Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia yang sama-sama berada di level ekspansif,” papar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Senin (6/2/2023).

Di tengah perlambatan ekonomi global, lanjut Agus, utilisasi sektor industri manufaktur rata-rata sudah berada di atas 71%. Hal itu menunjukkan bahwa aktivitas produksi semakin bergeliat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Lebih lanjut Menperin menegaskan, pemerintah tetap antisipatif dan menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu fokusnya adalah mengembangkan sektor industri manufaktur agar lebih produktif dan inovatif.

“Dalam jangka pendek misalnya, kebijakan untuk memperkuat konsumsi domestik akan dipacu melalui permintaan dari sektor industri dengan mendorong penggunaan produk dalam negeri,” tuturnya.

Sedangkan dalam jangka menengah dan panjang, sambung Agus, pemerintah melanjutkan transformasi ekonomi untuk meningkatkan daya saing dan investasi di sektor industri. “Termasuk juga menyiapkan SDM industri yang kompeten,” ucapnya.

Baca juga: BPS Ungkap Penyebab Maraknya PHK di Industri Manufaktur

Menperin juga menegaskan tekad pemerintah menjadokan Indonesia sebagai pemain kunci di dunia untuk industri hilirisasi berbasis komoditas.

Adapun fokus industri hilirisasi komoditas dibagi menjadi tiga kelompok, yakni industri berbasis agro seperti industri oleokimia, industri berbasis bahan tambang mineral seperti industri smelter mineral dan logam, serta industri berbasis migas dan batu bara seperti proyek coal to methanol.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tiga sektor manufaktur yang menjadi sumber penopang ekonomi pada tahun 2022 yaitu industri makanan dan minuman yang tumbuh 4,90%, industri alat angkutan tumbuh 10,67%, dan industri logam dasar tumbuh 14,80%.

Baca juga: Ekonomi Tumbuh 5,31 Persen, Sri Mulyani: Indonesia Jadi The Bright Spot

“Pertumbuhan industri makanan dan minuman dipacu oleh peningkatan produksi komoditas mamin serta meningkatnya ekspor CPO akibat tingginya permintaan global,” paparnya.

Selanjutnya, pertumbuhan industri alat angkutan melaju karena didukung oleh kebijakan diskon PPnBM sepanjang tahun 2022. Sementara, pertumbuhan di industri logam dasar lantaran didorong oleh peningkatan kapasitas produksi di sentra tambang seiring membaiknya harga komoditas di pasar ekspor.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Rekomendasi
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved