Singapura Resesi, Kinerja Dagang Indonesia Masih Tinggi

Rabu, 15 Juli 2020 - 14:40 WIB
loading...
Singapura Resesi, Kinerja...
Ilustrasi Suasana Pengangkutan Barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan bahwa kinerja dagang Indonesia dengan Singapura masih bergerak positif. Sebagai informasi, Singapura baru saja mengumumkan kondisi ekonominya yang mengalami resesi karena sudah dua kuartal mengalami pertumbuhan negatif.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, saat ini ekonomi Singapura memang terkontraksi cukup dalam. Namun, sejauh ini kinerja perdagangan masih terjaga. Data terkini BPS menyebutkan, selama bulan Juni 2020 ekspor Indonesia ke Negeri Merlion masih meningkat.

"Pada Juni sebetulnya ekspor Indonesia ke Singapura masih ada peningkatan sebesar USD13,7 juta," ujarnya dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu (15/7/2020). (Baca: Selain Singapura, Ini Negara-Negara yang Lebih Dulu Mengalami Resesi Akibat Pandemi )

Adapun komoditas yang mengalami peningkatan ekspor diantaranya logam mulia, perhiasan dan permata. Kemudian mesin dan perlengkapan listrik hingga alat mekanis serta tembakau. "Jadi kalau lihat angka ini masih oke. Seberapa dalam pengaruhnya, harus dilihat ke depan," ucapnya.

Sebagai informasi, pandemi Corona memang terbukti telah meluluhlantakan kondisi ekonomi dunia. Sejumlah negara dengan kekuatan ekonomi yang mapan harus mengalami resesi.

Terbaru, kemarin (14/7) Singapura baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonominya di kuartal II/2020. Kementerian Perdagangan Singapura mengumumkan, ekonomi di kuartal II/2020 minus 41,2% dibandingkan kuartal I/2020.

Sementara dibandingkan kuartal II/2019 atau secara tahunan (year-on-year/yoy) ekonomi Singapura pada kuartal II/2020 minus 12,6%. Hasil ini lebih buruk dari perkiraan para ekonom.

Sebelum diumumkan pemerintah Singapura, para pengamat memperkirakan pertumbuhan ekonomi Singapura akan minus 37,4% secara kuartalan dan secara tahunan akan terkontraksi 11,3%.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 Miliar Barel Minyak...
1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Sinyal Resesi Global...
Sinyal Resesi Global Menguat, Lonjakan Harga Minyak Dekati Ambang Batas Krisis
Kurs Rupiah Capai Rp16.904/USD,...
Kurs Rupiah Capai Rp16.904/USD, Indonesia Punya Pengalaman Hindari Jurang Resesi
Menkeu Purbaya Tepis...
Menkeu Purbaya Tepis Isu Resesi Indonesia Sudah Dekat
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Politikus Muslim Ini...
Politikus Muslim Ini Ungkap Rahasia Kesuksesan Singapura
Pemilu Singapura seperti...
Pemilu Singapura seperti Sandiwara, Hanya Melanggengkan Kekuasaan PAP
Rekomendasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Berita Terkini
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved