Petani di Cipanas Antusias Kembangkan Agro Eduwisata Artala

Kamis, 09 Februari 2023 - 16:29 WIB
loading...
Petani di Cipanas Antusias...
Kawasan Agro Eduwisata Artala yang berlokasi di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan program agro eduwisata . Salah satunya berlokasi di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

Program agro edu wisata di Cianjur dapat terlaksana berkat upaya dari kelompok tani. Kini kawasan agro eduwisata ini dinaungi yayasan.

“Yayasan yang saya kelola ini berasal dari kumpulan kelompok petani. Saya sebagai Ketua Kelompok Tani Agro Muda. Yayasan kami mewadahi dan berkolaborasi antar kelompok tani,” kata Ridha Fuja Andina, Ketua Yayasan Agro Muda Sejahtera di Cipanas, Kamis (9/2/2023).

(Baca juga:Wujudkan Eko-Eduwisata di Kawasan Konservasi Kabupaten Lebak)

Ridha menuturkan kawasan agropolitan di sana sejak dulu digunakan sebagai tempat pelatihan siswa sekolah. “Dari situ kita ada ide menyediakan tempat edu wisata. Tujuannya tidak hanya menonjolkan wisata, tapi juga edukasi pertanian,” katanya.

Kehadiran agro eduwisata ini disambut baik oleh masyarakat setempat, khususnya para petani. Salah satunya Abdullah, warga Desa Sindangjaya. Bahkan ia merelakan lahannya digunakan untuk membangun agro eduwisata.

“Awalnya rumit, berbenturan dengan masyarakat karena mereka tidak tahu ke depannya akan jadi apa. Setelah dijelaskan ada manfaatnya, masyarakat mengerti. Mereka mendukung,” kata Abdullah.

Mulyadi, Ketua P4S Agropolitan Wisata Cipanas, berharap agar agro eduwisata yang dikembangkan di Cipanas, ini dapat berkembang dengan pesat. “Warga antusias dengan adanya pembangunan agro eduwisata ini, karena meningkatakan perekonomian warga, petani. Sekarang nggak langsung (dikirim) ke Jakarta, tapi wisatawan dari Jakarta yang langsung datang ke lokasi. Harapannya mereka dapat langsung memetik sendiri,” kata Mulyadi.

(Baca juga:Mengintip Eduwisata Malam GLOW yang Bakal Mempercantik Kebun Raya Bogor)

Menurut Mulyadi, lahan di sini istimewa, karena bisa tumpang sari. Beda dengan daerah lain yang tidak bisa dilakukan system pertanaman tumpeng sari. “Saya berharap program ini bisa bermanfaat bagi warga petani di sini. Kami perlu dukungan dari segi pengembangan SDM, butuh bimbingan untuk mengelola agro eduwisata,” kata Mulyadi.

Senada dengan Ridha, Mulyadi menjelaskan bahwa kawasan ini telah lama menjadi tempat atau lokasi pelatihan dan penelitian, mulai dari kunjungan pelajar SMK, perguruan tinggi, bahkan anak usia SD untuk mengenalkan dunia pertanian sejak dini.

Sejak 2002, kawasan ini identik dengan produksi pertanian, khususnya sayur-sayuran. “Ada 60 jenis sayuran yang bisa ditanam di kawasan ini. Biasanya daun bawang, brokoli, dan wortel,” imbuhnya.

Pembangunan Agro Eduwisata Artala dihentikan dan para petani yang sebagian ikut dalam pengerjaan padat karya sarana agro eduwisata ini, praktis tidak bisa meneruskan pekerjaan pembangunan. Barulah di awal 2023 pembangunan Agro Eduwisata Artala kembali dilanjutkan.

Pembangunan Agro Eduwisata Artala di Cianjur ini ditargetkan rampung pada Februari ini. Mulyadi berharap Menteri Pertanian (Mentan) Syahril Yasin Limpo bisa hadir pada peresmian nanti.

“Alhamdulillah, terima kasih Pak Menteri Pertanian. Adanya agro eduwisata ini banyak memberikan manfaat bagi warga Sindangjaya. Saya berharap Pak Mentan bisa datang meresmikan,” harap Mulyadi.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Hampir 100.000 Hektare...
Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Mentan Amran Geram,...
Mentan Amran Geram, 133,5 Ton Bawang Bombay Berpenyakit Diselundupkan ke RI
Mentan Cabut 2.300 Izin...
Mentan Cabut 2.300 Izin Distributor Pupuk Nakal, Pecat 192 Pegawai Kementan
Ditjen Hortikultura...
Ditjen Hortikultura dan Ewindo Perluas Peran Masyarakat Kota dalam Ketahanan Pangan
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek
Mentrans Rencanakan...
Mentrans Rencanakan Balai Transmigrasi sebagai Kawasan Eduwisata Transmigrasi
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved