Aktif Tekan Emisi Karbon, BNI Salurkan Pembiayaan Kategori KKUB Rp182,9 T di 2022
Sabtu, 11 Februari 2023 - 18:58 WIB
loading...
BNI menegaskan komitmen perseroan untuk mengimplementasikan pembiayaan berkelanjutan secara menyeluruh. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan pembiayaan berkelanjutan secara menyeluruh. Komitmen ini sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup, serta mematuhi arahan Otoritas Jasa Keuangan khususnya POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengungkapkan, portofolio berkelanjutan (sustainable portfolio) BNI untuk sektor-sektor ramah lingkungan sepanjang 2022 berupa pembiayaan pada kategori kegiatan usaha berkelanjutan (KKUB) yang nilainya mencapai Rp182,9 triliun atau 28,5% dari total portofolio kredit BNI.
Sustainable portfolio ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pengembangan ekonomi sosial masyarakat melalui pembiayaan segmen kecil sebesar Rp123,2 triliun; pengelolaan bisnis ramah lingkungan dan sumber daya alam hayati sebesar Rp19,7 triliun; energi baru dan terbarukan sebesar Rp10,9 triliun; pembiayaan untuk pencegahan polusi sebesar Rp4 triliun; serta sustainable portfolio lainnya sebesar Rp25,1 triliun.
Baca Juga: Pelopor Green Banking, BNI Agresif Salurkan Pembiayaan Hijau
"BNI juga berkomitmen untuk mengembangkan praktik usaha berkelanjutan sejalan dengan agenda global. BNI proaktif memperkenalkan Sustainability Linked Loan (SLL), di mana salah satu aspek utama SLL adalah pemberian insentif bagi nasabah untuk memperbaiki aspek ESG dalam bisnis mereka," ungkap Okki melalui siaran pers, Sabtu (11/2/2023).
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengungkapkan, portofolio berkelanjutan (sustainable portfolio) BNI untuk sektor-sektor ramah lingkungan sepanjang 2022 berupa pembiayaan pada kategori kegiatan usaha berkelanjutan (KKUB) yang nilainya mencapai Rp182,9 triliun atau 28,5% dari total portofolio kredit BNI.
Sustainable portfolio ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pengembangan ekonomi sosial masyarakat melalui pembiayaan segmen kecil sebesar Rp123,2 triliun; pengelolaan bisnis ramah lingkungan dan sumber daya alam hayati sebesar Rp19,7 triliun; energi baru dan terbarukan sebesar Rp10,9 triliun; pembiayaan untuk pencegahan polusi sebesar Rp4 triliun; serta sustainable portfolio lainnya sebesar Rp25,1 triliun.
Baca Juga: Pelopor Green Banking, BNI Agresif Salurkan Pembiayaan Hijau
"BNI juga berkomitmen untuk mengembangkan praktik usaha berkelanjutan sejalan dengan agenda global. BNI proaktif memperkenalkan Sustainability Linked Loan (SLL), di mana salah satu aspek utama SLL adalah pemberian insentif bagi nasabah untuk memperbaiki aspek ESG dalam bisnis mereka," ungkap Okki melalui siaran pers, Sabtu (11/2/2023).
Lihat Juga :