alexametrics

Kemendag Dorong Ekspor Produk Biomassa ke Negeri Sakura

loading...
Kemendag Dorong Ekspor Produk Biomassa ke Negeri Sakura
Indonesia berpeluang untuk mengisi kebutuhan biomassa di Jepang, khususnya yang berasal dari cangkang sawit dan pelet kayu. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indonesia berpeluang besar memenuhi pasokan kebutuhan biomassa yang dibutuhkan Jepang. Peluang ini terbuka sejalan dengan pencanangan kebijakan energi ramah lingkungan (green energy) oleh pemerintah Jepang dalam Basic Energy Plan 2030 yang menargetkan produksi listrik sebesar 1.065 Twh.

"Revolusi proyek-proyek pembangkit energi di Jepang ke sektor energi terbarukan yang banyak terjadi saat ini membutuhkan pemenuhan pasokan bahan baku biomassa," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Srie Agustina dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2020).

Dalam pemenuhan sektor energi terbarukan tersebut, 3,7% sampai 4,6% sumber energinya berasal dari bahan baku biomassa. Srie berharap Indonesia dapat memberikan produk yang berkelanjutan, baik dari segi kuantitas, harga, dan terutama kualitas.

(Baca Juga: Kemendag Dorong Ekspor Makanan dan Minuman ke Jepang)



"ini membuka peluang bagi Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi hutan dan penghasil minyak kelapa sawit terbesar dunia, untuk mengisi kebutuhan biomassa di Jepang, khususnya yang berasal dari cangkang sawit dan pelet kayu," terangnya.

Sementara itu, Atase Perdagangan Tokyo Arief Wibisono mengungkapkan, konsumsi cangkang sawit dan peletkayu di Jepang cukup besar sehingga peluang bagi Indonesia juga luas.



"Produk biomassa Indonesia tentu memiliki peluang memimpin pasar di Jepang asalkan kualitas dan kuantitas produk kita dapat dipertahankan sesuai standar yang dibutuhkan pasar Jepang," ujar Arief.

Kepala ITPC Osaka Ichwan Joesoef menambahkan, untuk menjawab tantangan dan isu keberlanjutan produk biomassa Indonesia di pasar Jepang, diperlukan sinergi yang baik dalam komunikasi dan promosi antara Indonesia dan Jepang sehingga mendorong perbaikan kualitas dan standar produk yang diinginkan.
(fai)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top