Luhut Jajaki Kerja Sama Baterai Kendaraan Listrik dengan Australia
Senin, 13 Februari 2023 - 20:17 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjajaki kerja sama baterai kendaraan listrik dengan Australia. FOTO/Instagram/@luhut.pandjaitan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjajaki kerja sama baterai kendaraan listrik dengan Australia. Hal itu sebagai upaya mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi raja baterai EV di dunia.
"Maka dari itu perlu memiliki mitra kerjasama yang saling percaya dan mendukung, memberi masukan dalam mewujudkan regulasi yang lebih baik, investasi yang lebih terbuka sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja kedua negara demi mencapai tujuang pembanguan yang berkelanjutan," kata Luhut dikutip melalui akun Instagram @luhut.pandjaitan, Senin (13/2/2023).
Baca Juga: 3 Putra Batak yang Memiliki Karier Moncer Sebagai Komandan Kodiklat TNI AD
Namun demikian, Luhut mengatakan bahwa hal tersebut hal mudah untuk diwujudkan karena Indonesia belum memiliki Lithium yang notabene menjadi bahan utama pengembangan industri baterai EV. Sebab itu, Luhut menyampaikan kepada pengusaha Lithium Australia untuk berkolaborasi.
Australia merupakan kandidat terbaik dan partner potensial untuk mengembangkan Industri Baterai EV karena setengah lithium dunia berada di Australia. Luhut mengatakan, Indonesia akan memberikan beberapa kemudahan kebijakan namun tetap dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan.
"Saya juga membawa beberapa BUMN di sektor Sumber Daya Mineral untuk bertemu dan menjajaki langsung kerjasama dengan para pengusaha Lithium di Australia," katanya.
Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan Indonesia bukanlah negara yang sama dengan Indonesia puluhan tahun lalu. Ia menegaskan Indonesia tengah berada di jalur untuk melakukan transformasi besar-besaran.
"Maka dari itu perlu memiliki mitra kerjasama yang saling percaya dan mendukung, memberi masukan dalam mewujudkan regulasi yang lebih baik, investasi yang lebih terbuka sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja kedua negara demi mencapai tujuang pembanguan yang berkelanjutan," kata Luhut dikutip melalui akun Instagram @luhut.pandjaitan, Senin (13/2/2023).
Baca Juga: 3 Putra Batak yang Memiliki Karier Moncer Sebagai Komandan Kodiklat TNI AD
Namun demikian, Luhut mengatakan bahwa hal tersebut hal mudah untuk diwujudkan karena Indonesia belum memiliki Lithium yang notabene menjadi bahan utama pengembangan industri baterai EV. Sebab itu, Luhut menyampaikan kepada pengusaha Lithium Australia untuk berkolaborasi.
Australia merupakan kandidat terbaik dan partner potensial untuk mengembangkan Industri Baterai EV karena setengah lithium dunia berada di Australia. Luhut mengatakan, Indonesia akan memberikan beberapa kemudahan kebijakan namun tetap dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan.
"Saya juga membawa beberapa BUMN di sektor Sumber Daya Mineral untuk bertemu dan menjajaki langsung kerjasama dengan para pengusaha Lithium di Australia," katanya.
Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan Indonesia bukanlah negara yang sama dengan Indonesia puluhan tahun lalu. Ia menegaskan Indonesia tengah berada di jalur untuk melakukan transformasi besar-besaran.
Lihat Juga :