Tunggu Tol Cisumdawu Selesai, Dirut BIJB: Kami Fokus Bangun Area Kargo
Rabu, 15 Juli 2020 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
Terkait akses Tol Cisumdawu, lambatnya penyelesaian jalan tol penghubung Kertajati dan Bandung ini disinyalir masih terbelit pada kendala lahan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono mengatakan, masih ada sejumlah masalah terkait pembebasan lahan Tol Cisumdawu sepanjang 60 kilometer.
"Masih ada pembebasan lahan yang belum selesai. Kendala bukan hanya pembebasan lahan tapi menyangkut regulasi," ujar Basuki belum lama ini.
Kementerian PUPR menargetkan jalan tol ini bisa selesai pada September 2021. Idealnya, jalan tol Cisumdawu selesai maka waktu tempuh dari Kota Bandung ke Bandara Kertajati hanya butuh 45 menit hingga satu jam. Namun, saat ini dengan menempuh jalur konvensional melintasi Sumedang Selatan dibutuhkan waktu hingga dua setengah jam.
Pengamat penerbangan, Gatot Rahardjo mengatakan, BIJB Kertajati tidak akan bisa beroperasi maksimal tanpa akses jalan tol. "Sekarang bandaranya sementara jadi tempat parkir karena apronnya banyak yang kosong. Solusi sementara persiapkan diri untuk kargo dan internasional. Kalau kargo bisa diangkut kapan saja," ucapnya.
Dia menambahkan, jika BIJB Kertajati tetap dibiarkan untuk angkutan domestik, maka bandara ini bisa mati. "Orang tetap akan memilih dari Bandung atau Jakarta sekalian. Maskapai juga pasti lebih memilih penerbangan pakai ATR di Bandung, Husen Sastranegara, karena BIJB Kertajati sepi," pungkasnya.
"Masih ada pembebasan lahan yang belum selesai. Kendala bukan hanya pembebasan lahan tapi menyangkut regulasi," ujar Basuki belum lama ini.
Kementerian PUPR menargetkan jalan tol ini bisa selesai pada September 2021. Idealnya, jalan tol Cisumdawu selesai maka waktu tempuh dari Kota Bandung ke Bandara Kertajati hanya butuh 45 menit hingga satu jam. Namun, saat ini dengan menempuh jalur konvensional melintasi Sumedang Selatan dibutuhkan waktu hingga dua setengah jam.
Pengamat penerbangan, Gatot Rahardjo mengatakan, BIJB Kertajati tidak akan bisa beroperasi maksimal tanpa akses jalan tol. "Sekarang bandaranya sementara jadi tempat parkir karena apronnya banyak yang kosong. Solusi sementara persiapkan diri untuk kargo dan internasional. Kalau kargo bisa diangkut kapan saja," ucapnya.
Dia menambahkan, jika BIJB Kertajati tetap dibiarkan untuk angkutan domestik, maka bandara ini bisa mati. "Orang tetap akan memilih dari Bandung atau Jakarta sekalian. Maskapai juga pasti lebih memilih penerbangan pakai ATR di Bandung, Husen Sastranegara, karena BIJB Kertajati sepi," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :