IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Intip Daftar Saham Pilihan Potensi Cuan
Rabu, 22 Februari 2023 - 08:07 WIB
loading...
IHSG hari ini berpotensi melemah di sepanjang perdagangan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (22/2/2023) berpotensi melemah di sepanjang perdagangan. Adapun pergerakan indeks saham diproyeksikan berada di kisaran 6.800–6.950.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto, melihat setelah beberapa hari IHSG dipertahankan untuk berakhir melemah tipis, namun nilai transaksi harian ikut menurun. Ini menghasilkan indikasi bahwa pola inverted head & shoulders semakin jauh dari terkonfirmasi.
"Secara teknikal juga terlihat indikator MACD selain sudah dead cross, juga sudah menjadi bearish divergence. Ini berarti IHSG akan lebih sulit untuk menguat," kata William dikutip melalui analisisnya, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga: Wall Street Ditutup Jeblok Catat Kinerja Terburuk Sepanjang 2023
Dengan demikian, arah pergerakan diperkirakan masih sideways sementara ini. Area pergerakan IHSG masih belum berubah antara 6.800–6.950. Menurut William, masih belum lepas dari kekhawatiran Fed rate, di mana sudah tercermin dari penguatan USD dan sudah menjadi hal umum bahwa jika USD menguat pasar saham akan melemah.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto, melihat setelah beberapa hari IHSG dipertahankan untuk berakhir melemah tipis, namun nilai transaksi harian ikut menurun. Ini menghasilkan indikasi bahwa pola inverted head & shoulders semakin jauh dari terkonfirmasi.
"Secara teknikal juga terlihat indikator MACD selain sudah dead cross, juga sudah menjadi bearish divergence. Ini berarti IHSG akan lebih sulit untuk menguat," kata William dikutip melalui analisisnya, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga: Wall Street Ditutup Jeblok Catat Kinerja Terburuk Sepanjang 2023
Dengan demikian, arah pergerakan diperkirakan masih sideways sementara ini. Area pergerakan IHSG masih belum berubah antara 6.800–6.950. Menurut William, masih belum lepas dari kekhawatiran Fed rate, di mana sudah tercermin dari penguatan USD dan sudah menjadi hal umum bahwa jika USD menguat pasar saham akan melemah.
Lihat Juga :