Beberkan Tren Penurunan Harga Komoditas, Sri Mulyani Awasi Efeknya ke Ekonomi RI
Rabu, 22 Februari 2023 - 11:28 WIB
loading...
Menkeu, Sri Mulyani memperingatkan, bahwa tren penurunan harga komoditas harus diwaspadai oleh Indonesia pada tahun 2023. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu, Sri Mulyani memperingatkan, bahwa tren penurunan harga komoditas harus diwaspadai oleh Indonesia pada tahun 2023. Pasalnya hal itu diyakini sangat mempengaruhi kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN .
"Pertama, harga komoditas energi dalam tren menurun. Ini karena memang perang yang sudah satu tahun telah menimbulkan respons mengenai mitigasi dari harga komoditas, namun ketidakpastiannya masih tinggi," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers: APBN KITA Februari 2023 secara virtual di Jakarta, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga: Sri Mulyani Semringah Kantongi Pendapatan Rp232,2 Triliun di Awal Tahun 2023
Tercatat bahwa harga gas sudah menurun tajam dari yang tadinya pernah mencapai puncak USD7,53 per MMBtu, sekarang hanya USD2,43 dolar per MMBtu. Komoditas batu bara yang pernah mencapai USD438,3 per metric ton, sekarang hanya sekitar USD217,7 per metric ton.
"Minyak, dalam hal ini Brent, yang pernah menyentuh USD126 per barel menjadi USD84 per barel. Terus mengalami pergerakan yang cukup dinamis, ini karena faktor peran maupun concern mengenai perubahan iklim," bebernya.
Baca Juga: Penerimaan Pajak 2023 Dipatok Rp 1.718 T, Ekonom Ingatkan Jangan Bergantung ke Komoditas
Crude Palm Oil (CPO) Indonesia yang sempat drop di USD720,5 per ton, kini mengalami perbaikan menembus USD900,3 per ton. Akan tetapi, harga ini jauh lebih rendah dibandingkan masa puncaknya yang mayoritas terjadi pada pertengahan tahun 2022 yang sempat menyentuh USD1.779,7 per ton.
"Pertama, harga komoditas energi dalam tren menurun. Ini karena memang perang yang sudah satu tahun telah menimbulkan respons mengenai mitigasi dari harga komoditas, namun ketidakpastiannya masih tinggi," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers: APBN KITA Februari 2023 secara virtual di Jakarta, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga: Sri Mulyani Semringah Kantongi Pendapatan Rp232,2 Triliun di Awal Tahun 2023
Tercatat bahwa harga gas sudah menurun tajam dari yang tadinya pernah mencapai puncak USD7,53 per MMBtu, sekarang hanya USD2,43 dolar per MMBtu. Komoditas batu bara yang pernah mencapai USD438,3 per metric ton, sekarang hanya sekitar USD217,7 per metric ton.
"Minyak, dalam hal ini Brent, yang pernah menyentuh USD126 per barel menjadi USD84 per barel. Terus mengalami pergerakan yang cukup dinamis, ini karena faktor peran maupun concern mengenai perubahan iklim," bebernya.
Baca Juga: Penerimaan Pajak 2023 Dipatok Rp 1.718 T, Ekonom Ingatkan Jangan Bergantung ke Komoditas
Crude Palm Oil (CPO) Indonesia yang sempat drop di USD720,5 per ton, kini mengalami perbaikan menembus USD900,3 per ton. Akan tetapi, harga ini jauh lebih rendah dibandingkan masa puncaknya yang mayoritas terjadi pada pertengahan tahun 2022 yang sempat menyentuh USD1.779,7 per ton.
Lihat Juga :