Copot Pejabat Pajak RAT, Sri Mulyani: Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga
Jum'at, 24 Februari 2023 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Dia menegaskan, bahwa pengkhianatan yang dilakukan siapapun di dalam Kemenkeu adalah pengkhianatan kepada seluruh jajaran Kemenkeu yang sudah bekerja baik, sudah bekerja jujur, sudah bekerja profesional.
"Dan oleh karena itu mereka adalah musuh kita bersama. Saya berterima kasih kepada masyarakat yang terus menyampaikan koreksi kepada kami, kritik dan juga perbaikan-perbaikan. Itu adalah masukan-masukan yang kami dengar, kami baca, kami lihat, dan kami akan tindak lanjuti," ucap Sri Mulyani.
Baca Juga: Sri Mulyani Copot Jabatan Rafael Alun dari Ditjen Pajak, Buntut Kasus Anaknya Mario Dandy
Karena menurutnya, Kemenkeu termasuk DJP, adalah institusi yang penting bagi Indonesia. Meski sedang berada di India, Sri Mulyani mengaku bakal terus memantau perkembangan kasus RAT.
"Sekali lagi, kami menyampaikan simpati dan doa serta permohonan maaf kami kepada keluarga saudara David. Kita semuanya akan terus memperbaiki dan menjaga Indonesia. Saya berharap, kekejian dan kekerasan yang terjadi ini adalah yang terakhir, tidak bisa dimaafkan tidak bisa dibiarkan," pungkas Sri.
"Dan oleh karena itu mereka adalah musuh kita bersama. Saya berterima kasih kepada masyarakat yang terus menyampaikan koreksi kepada kami, kritik dan juga perbaikan-perbaikan. Itu adalah masukan-masukan yang kami dengar, kami baca, kami lihat, dan kami akan tindak lanjuti," ucap Sri Mulyani.
Baca Juga: Sri Mulyani Copot Jabatan Rafael Alun dari Ditjen Pajak, Buntut Kasus Anaknya Mario Dandy
Karena menurutnya, Kemenkeu termasuk DJP, adalah institusi yang penting bagi Indonesia. Meski sedang berada di India, Sri Mulyani mengaku bakal terus memantau perkembangan kasus RAT.
"Sekali lagi, kami menyampaikan simpati dan doa serta permohonan maaf kami kepada keluarga saudara David. Kita semuanya akan terus memperbaiki dan menjaga Indonesia. Saya berharap, kekejian dan kekerasan yang terjadi ini adalah yang terakhir, tidak bisa dimaafkan tidak bisa dibiarkan," pungkas Sri.
(akr)
Lihat Juga :