Wapres Minta Kemitraan Pengusaha dengan Petani Sawit Rakyat Diperkuat
Jum'at, 03 Maret 2023 - 13:59 WIB
loading...
Wapres Ma’ruf Amin dalam sambutannya pada Pembukaan Musyawarah Nasional ke-11 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (3/2/2023). FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengharapkan pendapatan dan kesejahteraan petani sawit meningkat. Oleh karena itu, perlu diperkuat jalur kemitraan antara petani dengan perusahaan besar termasuk pada program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
“Kita tidak ingin produktivitas perkebunan saja yang meningkat, tetapi juga pendapatan dan kesejahteraan petani sawit rakyat,” tegas Wapres dalam sambutannya pada Pembukaan Musyawarah Nasional ke-11 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, di Istana Wapres, Jumat (3/2/2023).
Wapres menegaskan kemitraan merupakan kata kunci untuk mengembangkan industri sawit, sekaligus elemen penting yang berkaitan dengan aspek persaingan usaha dan keberlanjutan industri ke depan. Mengingat, prinsip kemitraan yang didasari asas manfaat, berkelanjutan, dan saling menguntungkan harus terus dipromosikan.
Baca Juga: Indonesia Didorong Punya Harga Acuan CPO Sendiri, Mendag: Jangan Ikut Malaysia
Wapres mengatakan industri kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan sumber pendapatan negara. Pada 2022, devisa ekspor dari industri kelapa sawit mencapai 39,28 miliar dolar AS. Rekor tertinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Saya mempunyai keyakinan, industri sawit ke depan akan tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional,” katanya.
Lebih lanjut, Wapres mengatakan sepertiga kebutuhan minyak nabati dunia dipenuhi dari kelapa sawit. Diperkirakan permintaan produk sawit untuk pangan atau oleofood akan mencapai USD106,16 miliar pada 2035, sedangkan untuk industri oleokimia mencapai USD190 miliar.
"Potensi ini harus kita manfaatkan dengan baik. Industri kelapa sawit juga mampu menyediakan lapangan kerja yang berlimpah bagi kurang lebih 16,2 juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung," katanya.
“Kita tidak ingin produktivitas perkebunan saja yang meningkat, tetapi juga pendapatan dan kesejahteraan petani sawit rakyat,” tegas Wapres dalam sambutannya pada Pembukaan Musyawarah Nasional ke-11 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, di Istana Wapres, Jumat (3/2/2023).
Wapres menegaskan kemitraan merupakan kata kunci untuk mengembangkan industri sawit, sekaligus elemen penting yang berkaitan dengan aspek persaingan usaha dan keberlanjutan industri ke depan. Mengingat, prinsip kemitraan yang didasari asas manfaat, berkelanjutan, dan saling menguntungkan harus terus dipromosikan.
Baca Juga: Indonesia Didorong Punya Harga Acuan CPO Sendiri, Mendag: Jangan Ikut Malaysia
Wapres mengatakan industri kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan sumber pendapatan negara. Pada 2022, devisa ekspor dari industri kelapa sawit mencapai 39,28 miliar dolar AS. Rekor tertinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Saya mempunyai keyakinan, industri sawit ke depan akan tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional,” katanya.
Lebih lanjut, Wapres mengatakan sepertiga kebutuhan minyak nabati dunia dipenuhi dari kelapa sawit. Diperkirakan permintaan produk sawit untuk pangan atau oleofood akan mencapai USD106,16 miliar pada 2035, sedangkan untuk industri oleokimia mencapai USD190 miliar.
"Potensi ini harus kita manfaatkan dengan baik. Industri kelapa sawit juga mampu menyediakan lapangan kerja yang berlimpah bagi kurang lebih 16,2 juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung," katanya.
Lihat Juga :