Konflik Bisnis Keluarga Bisa Hancurkan Usaha Puluhan Tahun

Jum'at, 17 Juli 2020 - 09:46 WIB
loading...
A A A
Dimata pengamat bisnis Yuswohady karakter perusahaan keluarga lebih kompleks. Setidaknya ada tiga bentuk pengelolaan. Pertama bisnis dikelola profesional, kedua keluarga yang terlibat sebagian atau seluruhnya pada posisi tertentu. "Ketiga berbentuk ownership atau saham yang dibagi. Ini seperti perusahaan keluarga Sinarmas," papar Yuswohady.

Untuk model pertama menurutnya belum kompleks karena dimiliki generasi orangtua. Lalu masuk generasi kedua, ketiga, hingga keempat sehingga ini artinya ranting dari pohon keluarga semakin banyak bahkan hingga keponakan dan cucu.

Perusahaan keluarga pada umumnya menjadi rumit, khususnya di Indonesia mayoritas, kata Yuswo, karena tidak direncanakan secara matang. Awalnya hanya UKM sederhana namun terus sukses dan berkembang. Hal ini jarang direncanakan sejak awal. Terlebih bagi generasi yang lahir era 70an 80an yang minim pendidikan bisnis modern.

Namun generasi pebisnis di 90an mulai sudah paham bisnis bahkan khusus kuliah ke luar negeri. "Biasanya founder awalnya hanya enterpreneur yang modal nekat. Tapi model ini yang seringkali berhasil. Setelah usahanya semakin besar mungkin diatur, tapi pemilik mungkin tidak menyangka sizenya akan begitu," katanya. (Lihat videonya: Heboh! Pedagang Angkringan Cantik di Sragen Bikin Pembeli Gagal Fokus)

Kebiasaan yang jamak adalah pada saat pendiri masih aktif, tidak ada pihak keluarga yang berani mengusik. Namun akan menjadi masalah bila tidak diformalkan dan diatur soal kepemilikan. Bila tidak diatur oleh pendiri lalu masanya berganti dan kekuasaan terdistribusi ke generasi anak lalu cucu. "Mereka masing-masing punya hak klaim. Pihak founder dan generasi kedua seharusnya bikin ketentuan pembagian warisannya," tegas Yuswo.

Hal lain yang diingatkannya adalah masalah soliditas keluarga yang juga penting. Belum lagi bila founder memiliki istri banyak lalu memiliki anak tiri. Bila soliditas lemah tentu lebih berisiko. Bila ada anggota keluarga yang menguasai administrasi bisnis biasanya akan bagus dan governance bisa lebih disiapkan. "Kalau foundernya banyak istri dan setiap istri juga punya banyak anak lalu cucu kemungkinan besar tidak akan solid. Tapi kuncinya inisiatif dari pendiri. Fenomena yang sama seperti warisan. Hal biasa bisa membuat jadi saling curiga," pungkasnya.

Jadi bagi Anda yang memiliki usaha bersama keluarga, ada baiknya saran dari para pengamat diatas dicamkan dan diimplementasikan. Jangan sampai berujung konflik dan menghancurkan usaha yang telah dirintis puluhan tahun. (Hafid Fuad/Rakhmat Baihaqi)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Delegasi ICC Indonesia...
Delegasi ICC Indonesia Ikut Bahas Penggunaan AI dalam Proses Arbitrase
Wakil ICC Indonesia...
Wakil ICC Indonesia Ikut Bahas Amandemen Rancangan Aturan Arbitrase internasional
Kebijakan Kemasan Rokok...
Kebijakan Kemasan Rokok Polos Tanpa Merek Buka Peluang Sengketa Dagang di WTO
PADSK Mendorong Fungsi...
PADSK Mendorong Fungsi Pencegahan Terjadinya Sengketa Konstruksi
Fokus ke Transaksi Korporasi...
Fokus ke Transaksi Korporasi serta Investasi, Asosiasi Ini Target Tarik Investor Jepang ke RI
Eksepsi HITS Dikabulkan...
Eksepsi HITS Dikabulkan Soal Sewa-Beli Kapal dengan Perusahaan Asal Norwegia
Tak Ada Nama Dahlan...
Tak Ada Nama Dahlan Iskan Dalam Penetapan Tersangka di Polda Jatim, Ini Faktanya
Akses JCC Ditutup, Eks...
Akses JCC Ditutup, Eks Pengelola JCC Tetap Lanjutkan Proses Hukum
Putusan Arbitrase Indonesia...
Putusan Arbitrase Indonesia Dapat Dieksekusi di Singapura
Rekomendasi
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved