Rekor, Raksasa Minyak Saudi Aramco Cetak Laba Rp2,48 Kuadriliun Sepanjang 2022
Senin, 13 Maret 2023 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Langkah OPEC+ untuk membatasi ketersediaan pasokan telah membuat mereka berselisih dengan beberapa konsumen internasional, memicu perang kata-kata dengan Washington menjelang akhir tahun lalu, ketika pemerintahan Presiden AS Joe Biden menekankan perlunya meringankan beban rumah tangga.
Pertumbuhan
Aramco menegaskan kembali akan terus berinvestasi untuk meningkatkan kapasitas produksi maksimumnya menjadi 13 juta barel per hari pada tahun 2027.
Belanja modal naik 18% menjadi USD37,6 miliar tahun lalu, dan diperkirakan akan meningkat menjadi USD45 miliar hingga USD55 miliar untuk beberapa tahun mendatang, mengantisipasi peningkatan "hingga sekitar pertengahan dekade ini."
"Fokus kami tidak hanya pada perluasan produksi minyak, gas, dan bahan kimia, tetapi juga berinvestasi dalam teknologi rendah karbon dengan potensi untuk mencapai pengurangan emisi tambahan dalam operasi kami sendiri dan untuk pengguna akhir produk kami," kata Nasser.
Pertumbuhan
Aramco menegaskan kembali akan terus berinvestasi untuk meningkatkan kapasitas produksi maksimumnya menjadi 13 juta barel per hari pada tahun 2027.
Belanja modal naik 18% menjadi USD37,6 miliar tahun lalu, dan diperkirakan akan meningkat menjadi USD45 miliar hingga USD55 miliar untuk beberapa tahun mendatang, mengantisipasi peningkatan "hingga sekitar pertengahan dekade ini."
"Fokus kami tidak hanya pada perluasan produksi minyak, gas, dan bahan kimia, tetapi juga berinvestasi dalam teknologi rendah karbon dengan potensi untuk mencapai pengurangan emisi tambahan dalam operasi kami sendiri dan untuk pengguna akhir produk kami," kata Nasser.
(akr)
Lihat Juga :