Stafsus Presiden Jokowi Keluarkan Jurus Tangkal Kemiskinan
Jum'at, 17 Juli 2020 - 21:37 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Kemiskinan Bisa Meningkat 4,86 Juta orang
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Nunung Nuryartono mengingatkan kemiskinan dapat terjadi akibat perampasan kapabilitas seseorang. Selain disebabkan faktor alamiah seperti kelangkaan sumber daya alam sehingga produktivitas masyarakat menjadi rendah. Selain itu, kemiskinan juga bisa terjadi karena faktor struktural. "Yaitu, akibat akses yang tidak terbagi secara merata," ujarnya.
Itu sebabnya, Nunung juga meyakini, peningkatan akses yang lebih besar bagi masyarakat miskin ke lembaga keuangan, teknologi, dan pasar akan membantu mendorong perbaikan nasib kaum miskin. "Ini terbukti dialami Yeni Aryana, nasabah mikro PT PNM, Yeni mendapat kredit mikro pada akhir 2017 senilai Rp2 juta dari PT PNM. Dia selama ini berjualan nasi uduk di Pasar Minggu, Jakarta Selatan," kata dia.
Disamping itu, Yeni juga diajari PNM cara membuat masakan lain dan dilatih membuka pasar yang baru, termasuk lewat akses digital. Hasilnya pun luar biasa, pada awal 2018 omset usaha Yeni masih Rp150 ribu per hari saat ini sudah mencapai Rp1,2 juta per hari."Sebelum Corona malah bisa Rp1,8 juta per hari dan saat ini memiliki kredit Rp8 juta ke PNM," jelasnya.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Nunung Nuryartono mengingatkan kemiskinan dapat terjadi akibat perampasan kapabilitas seseorang. Selain disebabkan faktor alamiah seperti kelangkaan sumber daya alam sehingga produktivitas masyarakat menjadi rendah. Selain itu, kemiskinan juga bisa terjadi karena faktor struktural. "Yaitu, akibat akses yang tidak terbagi secara merata," ujarnya.
Itu sebabnya, Nunung juga meyakini, peningkatan akses yang lebih besar bagi masyarakat miskin ke lembaga keuangan, teknologi, dan pasar akan membantu mendorong perbaikan nasib kaum miskin. "Ini terbukti dialami Yeni Aryana, nasabah mikro PT PNM, Yeni mendapat kredit mikro pada akhir 2017 senilai Rp2 juta dari PT PNM. Dia selama ini berjualan nasi uduk di Pasar Minggu, Jakarta Selatan," kata dia.
Disamping itu, Yeni juga diajari PNM cara membuat masakan lain dan dilatih membuka pasar yang baru, termasuk lewat akses digital. Hasilnya pun luar biasa, pada awal 2018 omset usaha Yeni masih Rp150 ribu per hari saat ini sudah mencapai Rp1,2 juta per hari."Sebelum Corona malah bisa Rp1,8 juta per hari dan saat ini memiliki kredit Rp8 juta ke PNM," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :