Startup Menolak Tumbang

Sabtu, 18 Juli 2020 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Menghadapi pukulan telak pandemi korona saat ini, hampir 50% perusahaan rintisan khususnya yang berbasis digital optimistis bisa bertahan hingga lebih dari satu tahun ke depan. Sebanyak 21% startup optimistis mampu bertahan hingga kuartal 1 2021. Riset Katadata Insight Center menyebutkan, sejumlah cara yang dilakukan startup digital untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Sebagian besar melakukan pengurangan biaya operasional, melakukan pengurangan biaya promosi, dan mengurangi biaya produksi.

Survei yang dilakukan terhadap 139 eksekutif perusahaan startup digital pada Mei-Juni 2020 menunjukkan bahwa startup cenderung tidak melakukan banyak perubahan strategi pada masa pandemi. Perubahan yang dilakukan kebanyakan terkait jumlah dan jenis produk atau layanan. Hal ini dilakukan karena perubahan preferensi masyarakat yang cenderung mencari barang kebutuhan pokok dan yang terkait dengan kesehatan.

Survei terhadap jajaran eksekutif startup dari berbagai sektor ini juga menunjukkan bahwa sektor pariwisata, sektor ekosistem pendukung digitalisasi dan maritim paling terpukul. Adapun sektor sistem pembayaran, logistik, pertanian, kesehatan, teknologi informasi dan sektor pendidikan meski terkena dampak, kondisi perusahaan masih cukup baik. (Baca juga: Youtuber Cantik Aduhai Asal Batam Ini Diciduk Polisi)

Berbagai cara dilakukan pemilik usaha rintisan agar tetap bertahan. Misalnya membuat produk baru dengan berbeda segmen pasar dari yang biasa. Seperti yang dilakukan Mira Nur Gandaniati, pemilik tas kulit Zola. Biasanya menjual tas wanita dengan kulit yang harganya lebih dari Rp500.000. Kini, Mira memproduksi tas dengan kulit sintesis dengan brand baru bernama Hody.

"Model tas lebih kasual dan harga kurang dari Rp200.000. Meskipun menggunakan kulit sintesis, saya pilihkan yang premium sehingga kualitas tetap terjaga," kata Mira.

Mira menyadari, saat pandemi ini perilaku konsumen berubah. Kegiatan belanja banyak dilakukan ke sistem belanja online. Juga terjadi perubahan daya beli masyarakat yang sebelumnya biasa belanja mahal, kini memilih produk yang lebih murah. (Lihat videonya: Pemulung Bawa Uang Rp7 Juta Hasil Jual Bansos Covid-19)

"Kalau owner-nya saja sudah menyerah, pasti bisnisnya akan tutup. Kasihan para pekerja. Sebisa mungkin para pemilik bisnis untuk memutar otak dengan cepat jika sudah ada tanda-tanda penurunan penjualan," katanya.

Alhasil, seluruh karyawan beserta penjahit yang bekerja untuknya tidak ada yang dirumahkan, bahkan gaji dibayar tepat waktu beserta bonus sesuai prestasi. (Ananda Nararya/Aprilia S Andyna)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
Jay Singgih Dorong Pengusaha...
Jay Singgih Dorong Pengusaha Muda Papua Bersinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
Rekomendasi
Bertahun-Tahun Punya...
Bertahun-Tahun Punya Kebiasaan Ini, Axelo Ngaku Jempolnya Sempat Berbeda
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
GKSR Usulkan Parliamentary...
GKSR Usulkan Parliamentary Threshold 1%, Ferry Kurnia: Cegah Suara Terbuang
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved