Womanpreneur Nathania Astria: Bangun Bisnis Travel dari Nol dan Bertahan di Era Pandemi
Sabtu, 25 Maret 2023 - 00:21 WIB
loading...
A
A
A
Dalam membangun bisnis pastinya harus memahami bidang usaha yang dijalankan dan harus bertahan di segala kondisi, Nathania Astria selaku Founder Backpacker Korea mengatakan “Pandemi Covid 19 membuat bisnis di bidang pariwisata menurun,” katanya.
(Baca juga:Tempat Wisata di Seoul yang Sering Jadi Lokasi Syuting Drama Korea)
Tapi Nia pantang menyerah. Agar tetap bertahan, dia mengubah strategi bisnis selama masa pandemi. Nia mengubah cara pemasaran dan mencari peluang bisnis lain selama pandemi dengan berbekal pengalaman mengkurasi kuliner hidden gems Korea, dengan menjual makanan & masakan Korea demi membayar gaji pegawai dan biaya operasional lainnya selama masa pandemi.
Tidak terduga 2 tahun lebih masa sulit, perlahan mulai berlalu, pertengahan 2022 muncul kabar baik Korea sudah mulai kembali membuka border. “Permintaan trip Korea kembali membeludak, banyak customer lama dan baru memercayakan perjalanan travel Korea kepada Backpacker Korea baik Group Private maupun Group Series (Open Trip)” ujar Nia.
Menurut Nia, kepercayaan customer adalah hal penting. “Dalam menjalani bisnis ini, sebisa mungkin kami berusaha untuk tidak mengecewakan customer dan selalu maksimal dalam melayani,” katanya.
Baginya, para customer memiliki pengaruh dari mulut ke mulut. Karena tak jarang Nia justru mendapatkan customer baru berdasarkan dari rekomendasi customer-customer sebelumnya. Buat Nia, customer itu adalah marketing. “Jadi penting sekali untuk menjaga kepercayaan mereka,” tutup Nia.
Selain itu, Backpacker Korea memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh tour travel lainnya, yang biasanya 1 grup tour berjumlah 35-40 orang, tetapi di Backpacker Korea 1 group maksimal hanya berjumlah 15 orang, sehingga customer bisa lebih nyaman dan lebih private dalam melakukan perjalanan liburannya.
(Baca juga:Tempat Wisata di Seoul yang Sering Jadi Lokasi Syuting Drama Korea)
Tapi Nia pantang menyerah. Agar tetap bertahan, dia mengubah strategi bisnis selama masa pandemi. Nia mengubah cara pemasaran dan mencari peluang bisnis lain selama pandemi dengan berbekal pengalaman mengkurasi kuliner hidden gems Korea, dengan menjual makanan & masakan Korea demi membayar gaji pegawai dan biaya operasional lainnya selama masa pandemi.
Tidak terduga 2 tahun lebih masa sulit, perlahan mulai berlalu, pertengahan 2022 muncul kabar baik Korea sudah mulai kembali membuka border. “Permintaan trip Korea kembali membeludak, banyak customer lama dan baru memercayakan perjalanan travel Korea kepada Backpacker Korea baik Group Private maupun Group Series (Open Trip)” ujar Nia.
Menurut Nia, kepercayaan customer adalah hal penting. “Dalam menjalani bisnis ini, sebisa mungkin kami berusaha untuk tidak mengecewakan customer dan selalu maksimal dalam melayani,” katanya.
Baginya, para customer memiliki pengaruh dari mulut ke mulut. Karena tak jarang Nia justru mendapatkan customer baru berdasarkan dari rekomendasi customer-customer sebelumnya. Buat Nia, customer itu adalah marketing. “Jadi penting sekali untuk menjaga kepercayaan mereka,” tutup Nia.
Selain itu, Backpacker Korea memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh tour travel lainnya, yang biasanya 1 grup tour berjumlah 35-40 orang, tetapi di Backpacker Korea 1 group maksimal hanya berjumlah 15 orang, sehingga customer bisa lebih nyaman dan lebih private dalam melakukan perjalanan liburannya.
(dar)
Lihat Juga :