alexametrics

Kini, Apartemen Nuansa Islami Hadir di Depok

loading...
Kini, Apartemen Nuansa Islami Hadir di Depok
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail meresmikan peletakan batu pertama Apartemen Grand ZamZam Towers di pusat kota Depok. Foto: Marieska Harya Virdhani
A+ A-
DEPOK - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail meresmikan peletakan batu pertama (ground breaking) Apartemen Grand ZamZam Towers yang terletak di pusat kota Depok Jalan Margonda.

Apartemen ini berhadapan dengan kantor Wali Kota Depok dan di samping Mapolresta Depok. Apartemen bernuansa religius ini akan menjadi yang tertinggi di Depok dengan 29 lantai. Jumlah kamar pun mencapai 9.000 kamar dengan 9 tower di atas lahan 3 hektar. Apertemen ini dibangun nuansa agamis dan islami ditambah kubah masjid di atasnya.

"Keberadaan Depok tetap menjadi tantangan untuk membangun peradaban dunia. Jika tidak maju maka Indonesia akan tenggelam, sebagai insan kita harus bangun peradaban ini, harus lihat dan ikut dalam perjalanan membangun perahu. RPJMD Depok ditanamkan Depok menjadi kota niaga dan jasa serta religius berwawasan lingkungan," kata Nur Mahmudi dalam sambutannya, Minggu (15/11/2015).



Dia menambahkan, nuansa dan segmen islami ini bukan berarti eksklusif hanya untuk masyarakat muslim yang tinggal di apartemen tersebut. Namun faktanya, banyak negara maju yang sudah menerapkan peradaban budaya islami dan bukan berarti menanamkan unsur paham radikalisme.

Nur Mahmudi juga menegaskan agar pengelola menjamin seluruh konsumen dan sistem keamanan di apartemen tersebut lebih ketat serta bukan jauh dari perbuatan negatif.

"Kita tak bisa lepaskan diri dari akhlak yang sesat. Jangan sampai tower ini jadi tempat simpanan istri ketiga seperti pandangan masyarakat. Munculnya peradaban rumah susun, apartemen, harus betul-betul bangun komunitas tetap religius. Sesuai namanya ZamZam membuat keberanian grup perusahaan bahwa produk mereka akan laku. Saya yakin ini laku karena Indonesia sedang dambakan hadirnya rumah tangga yang kokoh bukan yang pecah," tegasnya.

Dia juga meminta agar apartemen bernuansa islami tersebut membangun masjid terbuka berdiri di lahan sendiri, bukan bercampur di dalam gedung apartemen. Dia juga berkeliling meninjau show unit one bedroom dan two bedrooms dengan kisaran harga Rp 350 jutaan dengan cicilan Rp 3 jutaan per bulan selama 15 tahun.

Plt Direktur Utama PD Sarana Jaya Nikesman mengaku menyasar Margonda lantaran dekat dengan Tol Cinere Gajorawi (Cijago) serta lokasi pendidikan dengan berbagai kampus ternama di Depok. Ia mengklaim juga menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) di luar 30 persen bangunan yang dibangun dari keseluruhan luas lahan 3 hektar.

"Hanya 30% yang dibangun sisanya untuk sarana lain One Stop Living. Akan dibangun 986 kamar tahap 1 dari total 9000 kamar dengan 9 tower. Nilai investasi tahap 1 mencapai Rp 93 miliar. Tahap 1. Kami mengambil nuansa islam karena mayoritas pasar di Depok penduduk muslim begitupun di Indonesia. Kami bidik mahasiswa dan pasangan muda," tutup Nikesman.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak