Bangun Belt and Road, China Beri Pinjaman Rp3.609 Triliun ke 22 Negara Berkembang
Senin, 03 April 2023 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
"Beijing pada akhirnya berusaha menyelamatkan banknya sendiri. Itulah mengapa ia masuk ke bisnis berisiko pinjaman bailout internasional," kata Carmen Reinhart, mantan kepala ekonom Bank Dunia dan salah satu penulis studi.
Pinjaman China kepada negara-negara yang sedang dalam kesulitan utang melonjak dari kurang 5% dari portofolio pinjaman luar negerinya pada tahun 2010 menjadi 60% pada tahun 2022, demikian yang ditemukan oleh studi tersebut.
Argentina menerima paling banyak, dengan besaran mencapai USD111.8 miliar, diikuti oleh Pakistan dengan USD48.5 miliar dan Mesir dengan USD15.6 miliar. Sedangkan sembilan negara menerima kurang dari USD1 miliar.
The People's Bank of China's (PBOC) menyumbang USD170 miliar dari pembiayaan, termasuk di Suriname, Sri Lanka, dan Mesir. Pinjaman atau neraca pembayaran yang didukung oleh bank dan perusahaan milik negara China mencapai USD70 miliar. Rollover dari kedua jenis pinjaman yakni sebesar USD140 miliar.
Studi ini juga mengkritik beberapa bank sentral yang berpotensi menggunakan jalur swap PBOC untuk memompa angka cadangan devisa mereka. Pinjaman penyelamatan China "buram dan tidak terkoordinasi," kata Brad Parks, salah satu penulis laporan itu, dan direktur AidData, sebuah laboratorium penelitian di The College of William & Mary di Amerika Serikat.
Pinjaman China kepada negara-negara yang sedang dalam kesulitan utang melonjak dari kurang 5% dari portofolio pinjaman luar negerinya pada tahun 2010 menjadi 60% pada tahun 2022, demikian yang ditemukan oleh studi tersebut.
Argentina menerima paling banyak, dengan besaran mencapai USD111.8 miliar, diikuti oleh Pakistan dengan USD48.5 miliar dan Mesir dengan USD15.6 miliar. Sedangkan sembilan negara menerima kurang dari USD1 miliar.
The People's Bank of China's (PBOC) menyumbang USD170 miliar dari pembiayaan, termasuk di Suriname, Sri Lanka, dan Mesir. Pinjaman atau neraca pembayaran yang didukung oleh bank dan perusahaan milik negara China mencapai USD70 miliar. Rollover dari kedua jenis pinjaman yakni sebesar USD140 miliar.
Studi ini juga mengkritik beberapa bank sentral yang berpotensi menggunakan jalur swap PBOC untuk memompa angka cadangan devisa mereka. Pinjaman penyelamatan China "buram dan tidak terkoordinasi," kata Brad Parks, salah satu penulis laporan itu, dan direktur AidData, sebuah laboratorium penelitian di The College of William & Mary di Amerika Serikat.
Lihat Juga :