Sah, The Fed Kembali Kerek Suku Bunga hingga ke Level Tertinggi 16 Tahun!
Kamis, 04 Mei 2023 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Bos Bank Sentral Amerika Serikat Kena Prank Rusia
Akibat era suku bunga tinggi membuat biaya kredit rumah menjadi lebih mahal. Kredit untuk bisnis atau kebutuhan lainnya juga lebih mahal. Dengan naiknya suku bunga, para pejabat memperkirakan permintaan akan turun dan harga akan turun.
Sejak Fed memulai kampanye kenaikan harga di AS telah menunjukkan tanda-tanda moderat. Pada bulan Maret, inflasi mencapai 5% atau tingkat terendahnya dalam hampir dua tahun.
Meskipun capaian itu masih terlalu tinggi untuk Fed yang menargetkan tingkat inflasi 2%. Kepala ekonom di EY-Parthenon, Gregory Daco menilai the Fed akan bijaksana untuk berhenti menaikkan suku bunga sekarang.
"Saya kira perang inflasi belum berakhir, tetapi kita berada dalam situasi di mana kita melihat disinflasi bertahap dan kita juga berada dalam lingkungan di mana suku bunga tinggi dan meningkat, dan oleh karena itu harus membatasi aktivitas bisnis, yang seharusnya menyebabkan disinflasi lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang," jelasnya.
Akibat era suku bunga tinggi membuat biaya kredit rumah menjadi lebih mahal. Kredit untuk bisnis atau kebutuhan lainnya juga lebih mahal. Dengan naiknya suku bunga, para pejabat memperkirakan permintaan akan turun dan harga akan turun.
Sejak Fed memulai kampanye kenaikan harga di AS telah menunjukkan tanda-tanda moderat. Pada bulan Maret, inflasi mencapai 5% atau tingkat terendahnya dalam hampir dua tahun.
Meskipun capaian itu masih terlalu tinggi untuk Fed yang menargetkan tingkat inflasi 2%. Kepala ekonom di EY-Parthenon, Gregory Daco menilai the Fed akan bijaksana untuk berhenti menaikkan suku bunga sekarang.
"Saya kira perang inflasi belum berakhir, tetapi kita berada dalam situasi di mana kita melihat disinflasi bertahap dan kita juga berada dalam lingkungan di mana suku bunga tinggi dan meningkat, dan oleh karena itu harus membatasi aktivitas bisnis, yang seharusnya menyebabkan disinflasi lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang," jelasnya.
Lihat Juga :