Pandemi Segera Berakhir tapi Jangan Lengah! Sri Mulyani Ingatkan Risiko Ketidakpastian Global
Rabu, 10 Mei 2023 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS) misalnya, sudah memutuskan Inflation Reduction Act dan di Eropa ada Carbon Border Adjustment Policy. Ini tentunya akan memberikan tekanan tambahan terhadap negara yang mengekspor ke negara-negara tersebut dan juga mempengaruhi arus investasi.
"IMF misalnya sudah mengumumkan bahwa ekonomi global akan mengalami perlambatan, dengan pertumbuhan yang diproyeksikan lebih rendah, hanya 2,6% di 2023, dan untuk tahun depan sedikit meningkat di 3,0%," terang Menkeu.
Baca juga: Janet Yellen Teriak Soal Ancaman Bencana Ekonomi dan Keuangan yang Membayangi AS
Di tengah situasi global yang serba tak pasti, Sri bersyukur karena kondisi ekonomi Indonesia masih kuat. Dalam dua tahun terakhir, pulihnya penerimaan Indonesia menunjukkan performa yang menakjubkan.
"Ini juga didukung oleh aktivitas ekonomi yang lebih kuat, harga komoditas yang tinggi, dan juga meningkatnya penerimaan dari reformasi pajak," tutup mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.
"IMF misalnya sudah mengumumkan bahwa ekonomi global akan mengalami perlambatan, dengan pertumbuhan yang diproyeksikan lebih rendah, hanya 2,6% di 2023, dan untuk tahun depan sedikit meningkat di 3,0%," terang Menkeu.
Baca juga: Janet Yellen Teriak Soal Ancaman Bencana Ekonomi dan Keuangan yang Membayangi AS
Di tengah situasi global yang serba tak pasti, Sri bersyukur karena kondisi ekonomi Indonesia masih kuat. Dalam dua tahun terakhir, pulihnya penerimaan Indonesia menunjukkan performa yang menakjubkan.
"Ini juga didukung oleh aktivitas ekonomi yang lebih kuat, harga komoditas yang tinggi, dan juga meningkatnya penerimaan dari reformasi pajak," tutup mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.
(ind)
Lihat Juga :