Bikin Batu Bara Lebih Bernilai, ESDM Gaet Dua BUMN Bangun Pabrik DME Skala Besar
Rabu, 22 Juli 2020 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
"Itu, nanti kebijakan pemerintah terkait dengan misalkan, subsidi seberapa besar kalau perlu insentif nanti seperti apa, memberikan manfaat seperti apa secara nasional. Jadi dilakukan dengan disebut dengan analisa biaya dan manfaat. ini sudah dilakukan sampai awal tahun ini," ujarnya.
(Baca Juga: Siap Bangun Kilang, Indonesia Targetkan Tidak Lagi Impor BBM Tahun 2026 )
Sebelumnya, pemerintah terus menggencarkan melakukan pengadaan DME untuk menekan impor liquefied petroleum gas (LPG) yang semakin melonjak tiap tahunnya. Menurut data Handbook of Energy Statistics of Indonesia, angka impor LPG di tahun 2019 mencapai 5,7 juta ton atau sekitar 75 persen dari total kebutuhan LPG nasional. Sedangkan, kilang domestik hanya bisa memproduksi 1,9 juta ton LPG.
Sementara dalam catatan Badan Litbang, pada tahun 2019 Indonesia telah mengimpor hampir 6 juta ton LPG atau 75% dari total penggunaan bahan bakar itu di dalam negeri. Karena itu, kata Dadan, ada alasan mengapa pemerintah menggencarkan realisasi DME yakni, untuk menghilangkan ketergantungan Indonesia kepada impor LPG.
(Baca Juga: Siap Bangun Kilang, Indonesia Targetkan Tidak Lagi Impor BBM Tahun 2026 )
Sebelumnya, pemerintah terus menggencarkan melakukan pengadaan DME untuk menekan impor liquefied petroleum gas (LPG) yang semakin melonjak tiap tahunnya. Menurut data Handbook of Energy Statistics of Indonesia, angka impor LPG di tahun 2019 mencapai 5,7 juta ton atau sekitar 75 persen dari total kebutuhan LPG nasional. Sedangkan, kilang domestik hanya bisa memproduksi 1,9 juta ton LPG.
Sementara dalam catatan Badan Litbang, pada tahun 2019 Indonesia telah mengimpor hampir 6 juta ton LPG atau 75% dari total penggunaan bahan bakar itu di dalam negeri. Karena itu, kata Dadan, ada alasan mengapa pemerintah menggencarkan realisasi DME yakni, untuk menghilangkan ketergantungan Indonesia kepada impor LPG.
(akr)
Lihat Juga :