Bikin Batu Bara Lebih Bernilai, ESDM Gaet Dua BUMN Bangun Pabrik DME Skala Besar

Rabu, 22 Juli 2020 - 13:28 WIB
loading...
Bikin Batu Bara Lebih...
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gencar melakukan pengadaan Dimethyl Ether (DME). Hal itu diwujudkan dalam kerjasama antara dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, Pertamina dan PT Bukit Asam. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gencar melakukan pengadaan Dimethyl Ether (DME). Hal itu diwujudkan dalam kerjasama antara dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, Pertamina dan PT Bukit Asam. Kerja sama itu dilakukan dalam proyek gasifikasi batu bara untuk menghasilkan DME, yang diharapkan bisa menjadi produk subtitusi LPG ke depannya.

Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, pihaknya menggandeng BUMN juga untuk membangun pabrik DME berskala besar. Dia mencontohkan, dengan pabrik produksi, maka pihaknya mampu mengkonversi 5 juta ton batu bara akan menghasilkan sekitar 1,4 juta ton DME (bahan bakar cair maupun gas).

"Kami bekerja sama dengan berbagai pihak terutama dengan BUMN, di mana melakukan kajian kelayakan terutama melakukan pembangunan pabrik DME berskala besar. Jadi, skalanya kira-kira kalau kita mengkonversi 5 juta ton batu bara akan menghasilkan sekitar 1,4 juta ton DME," ujar Dadan.

(Baca Juga: Minat Pasar Menyusut, Harga Batu Bara Terkoreksi ke USD52,98/Ton )

Guna memuluskan kerja sama tersebut, Dadan menyebut, saat ini pemerintah tengah menggodok aturan main atau landasan hukum terkait dengan nilai ekonomis DME dan standar operasional prosedurnya (SOP). Dalam aturan itu, lanjut dia, juga akan diatur perihal persenan subsidi atau insentif secara nasional.

"Itu, nanti kebijakan pemerintah terkait dengan misalkan, subsidi seberapa besar kalau perlu insentif nanti seperti apa, memberikan manfaat seperti apa secara nasional. Jadi dilakukan dengan disebut dengan analisa biaya dan manfaat. ini sudah dilakukan sampai awal tahun ini," ujarnya.

(Baca Juga: Siap Bangun Kilang, Indonesia Targetkan Tidak Lagi Impor BBM Tahun 2026 )

Sebelumnya, pemerintah terus menggencarkan melakukan pengadaan DME untuk menekan impor liquefied petroleum gas (LPG) yang semakin melonjak tiap tahunnya. Menurut data Handbook of Energy Statistics of Indonesia, angka impor LPG di tahun 2019 mencapai 5,7 juta ton atau sekitar 75 persen dari total kebutuhan LPG nasional. Sedangkan, kilang domestik hanya bisa memproduksi 1,9 juta ton LPG.

Sementara dalam catatan Badan Litbang, pada tahun 2019 Indonesia telah mengimpor hampir 6 juta ton LPG atau 75% dari total penggunaan bahan bakar itu di dalam negeri. Karena itu, kata Dadan, ada alasan mengapa pemerintah menggencarkan realisasi DME yakni, untuk menghilangkan ketergantungan Indonesia kepada impor LPG.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
Rekomendasi
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Berita Terkini
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Infografis
Investasi Microsoft...
Investasi Microsoft di Malaysia Lebih Besar di Banding Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved