Permudah Pekerja Informal Akses Layanan Keuangan, Aplikasi Wirausaha Luncurkan Fitur Payroll

Jum'at, 12 Mei 2023 - 12:37 WIB
loading...
Permudah Pekerja Informal...
Saat ini para pelaku UMKM kesulitan menggunakan sistem lain karena adanya perbedaan antara sistem penggajian perusahaan/korporasi dengan usaha yang dijalankannya, oleh karena itu fitur payroll dari majoo. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Aplikasi wirausaha, majoo Indonesia bersiap meluncurkan Fitur Payroll untuk melengkapi layanan yang telah dihadirkan selama lebih dari 3 tahun terakhir bagi UMKM di Indonesia. Fitur ini dikembangkan untuk menjawab tantangan yang bukan hanya dihadapi oleh para pelaku usaha, melainkan juga para pekerja informal di ekosistem UMKM Indonesia.

Baca Juga: Kolaborasi Aplikasi Wirausaha dan BRI Mudahkan Transaksi Digital untuk UMKM

Founder & CEO majoo Indonesia, Adi Wahyu Rahadi menyampaikan, pada ekosistem majoo sendiri, sebagian besar merchant memiliki 6 sampai dengan 10 karyawan, dan sekitar 50.94% di antaranya adalah pekerja informal. Sebagian besar para pekerja informal saat ini tidak memiliki rekening maupun akses ke layanan finansial lainnya.

Baca Juga: Rangkul 40 Ribu Lebih UMKM, Aplikasi Wirausaha Ini Cetak Kinerja Gemilang di 2022

Hal inilah yang menginspirasi adanya inovasi terbaru dari majoo. “fitur ini hadir untuk menjadi solusi bagi pelaku UMKM atas tantangan dalam menjalankan usaha mereka. Banyak majoopreuners, (sebutan bagi pengguna aplikasi majoo), yang masih melakukan pengelolaan karyawan serta penggajian secara manual” ujarnya saat ditemui di Headquarter majoo di Jakarta.

Sejalan dengan data dari Bank Dunia yang menyatakan 48% dari orang dewasa di Indonesia belum memiliki rekening maupun akun di layanan keuangan lainnya, jauh di atas angka global 24%. Hal ini tentu saja dapat menjadi hambatan sendiri bagi para pekerja informal ini untuk dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

“Fitur absensi karyawan telah membantu pencatatan kehadiran karyawan, namun ternyata penghitungan upah, komisi, hingga pembayaran masih dilakukan secara manual. Bahkan masih banyak pembayaran yang dilakukan secara tunai,” jelas Adi.

“Para pengelola usaha menyampaikan hal ini cukup memakan waktu mereka, terlebih lagi ada upah yang dibayarkan per minggu,” lanjutnya.

Adi menyampaikan berdasarkan riset yang dilakukan tim majoo, otomasi dalam pengelolaan dan penggajian karyawan melalui fitur ini dapat mengoptimalkan waktu, tenaga serta biaya yang dikerahkan oleh para pelaku usaha hingga 20%. Otomasi ini juga membantu mengurangi risiko kesalahan dibandingkan perhitungan manual.

“Saat ini, para pelaku UMKM kesulitan menggunakan sistem lain karena adanya perbedaan antara sistem penggajian perusahaan/korporasi dengan usaha yang dijalankannya, seperti pembayaran upah harian, mingguan, ataupun bulanan serta penghitungan komisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, fitur payroll dari majoo dikembangkan dengan mengakomodasi kebutuhan para pelaku UMKM tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Taufiq Hidayat, pemilik Bandung Cheesecuit, Salah satu Pelaku Usaha yang mendapatkan kesempatan mengaplikasikan Fitur Payroll ini menjelaskan salah satu kesulitan bagi pemilik usaha dan juga para karyawan adalah ketika karyawan membutuhkan dana talangan karena hal penting dan gawat.

“Sebagian besar karyawan saat ini tidak memiliki penghasilan yang tetap apalagi slip gaji. Di beberapa daerah, bahkan masih ada yang dibayarkan secara mingguan secara tunai. Tidak adanya akses ke perbankan ini, tentu menjadi kesulitan tersendiri saat mereka membutuhkan akses ke layanan finansial,” jelas Taufiq.

“Dengan fitur Payroll di majoo, pengelolaan karyawan jadi mudah dan efisien. Proses pencatatan & penggajian jadi otomatis dan juga terintegrasi dengan Bank. Hanya dalam hitungan menit saja, semua proses penggajian sudah bisa terselesaikan. Hal ini baru kami temukan di majoo,” ungkap Taufiq.

Melalui fitur payroll, majoo berharap bukan hanya bisa membantu para pelaku usaha dalam mengelola usaha dan karyawannya, melainkan juga membukakan akses layanan keuangan bagi para pekerja informal. Dengan demikian, majoo tidak hanya mewujudkan komitmennya untuk menghadirkan fitur yang relevan bagi para pengusaha, tetapi juga membantu pemerintah mencapai inklusi finansial di Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
DANA Indonesia Dorong...
DANA Indonesia Dorong Finalis SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 Tumbuhkan Bisnis Berkelanjutan
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Rekomendasi
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Berita Terkini
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Infografis
Pakistan Balas Serangan...
Pakistan Balas Serangan India, Luncurkan Operasi Bunyan Marsoos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved