Cerdik! Impor Minyak Rusia 10 Kali Lipat Lebih Banyak, India Hemat Rp72,5 Triliun
Jum'at, 12 Mei 2023 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
India justru membela pembelian minyaknya dengan mengatakan bahwa sebagai negara yang bergantung pada impor energi dan jutaan orang hidup dalam kemiskinan, India tidak dalam posisi untuk membayar harga yang lebih mahal.
Sejak perang Ukraina dimulai, Eropa telah mengimpor energi enam kali lebih banyak dari Rusia daripada India, kata Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dalam sebuah wawancara TV tahun lalu. "Eropa telah berhasil mengurangi impornya dengan cara yang nyaman," sindir Jaishankar.
Jaishankar menambahkan, "Jika ini masalah prinsip, mengapa Eropa tidak memotong pada hari pertama?"
Dengan konflik yang belum berakhir, beberapa analis memperkirakan Rusia akan terus menawarkan minyak murah kepada importir energi terbesar di Asia.
"Kami berharap asupan minyak mentah Rusia tetap terbatas pada dua negara ini (India dan China), mempertahankan diskon yang besar," kata Vandana Hari, dari perusahaan analisis energi Vanda Insights kepada BBC.
Penyulingan minyak India akan terus memaksimalkan margin keuntungan mereka selama mungkin, tetapi hanya akan "kembali ke pola makan minyak mentah biasa" jika sanksi dicabut, tambahnya.
Sejak perang Ukraina dimulai, Eropa telah mengimpor energi enam kali lebih banyak dari Rusia daripada India, kata Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dalam sebuah wawancara TV tahun lalu. "Eropa telah berhasil mengurangi impornya dengan cara yang nyaman," sindir Jaishankar.
Jaishankar menambahkan, "Jika ini masalah prinsip, mengapa Eropa tidak memotong pada hari pertama?"
Dengan konflik yang belum berakhir, beberapa analis memperkirakan Rusia akan terus menawarkan minyak murah kepada importir energi terbesar di Asia.
"Kami berharap asupan minyak mentah Rusia tetap terbatas pada dua negara ini (India dan China), mempertahankan diskon yang besar," kata Vandana Hari, dari perusahaan analisis energi Vanda Insights kepada BBC.
Penyulingan minyak India akan terus memaksimalkan margin keuntungan mereka selama mungkin, tetapi hanya akan "kembali ke pola makan minyak mentah biasa" jika sanksi dicabut, tambahnya.
Lihat Juga :