China Ungkap Siapa Musuh Nyata Bagi Eropa, Mengarah ke AS?

Minggu, 14 Mei 2023 - 22:15 WIB
loading...
China Ungkap Siapa Musuh...
China ditegaskan bukanlah ancaman nyata bagi Uni Eropa (UE) di tengah kemelut perang Rusia Ukraina. Menteri Luar Negeri China, Qin Gang telah memperingatkan risiko nyata sesungguhnya yang dihadapi Eropa. Foto/Dok
A A A
BERLIN - China ditegaskan bukanlah ancaman nyata bagi Uni Eropa (UE) di tengah kemelut perang Rusia Ukraina. Menteri Luar Negeri China, Qin Gang telah memperingatkan, bahwa risiko nyata yang dihadapi Eropa berasal dari negara tertentu yang melancarkan perang dingin baru, menjatuhkan sanksi sepihak dan mengekspor masalah keuangannya sendiri kepada orang lain.

Baca Juga: Jalin Hubungan dengan Rusia, Perusahaan China Akan Masuk Daftar Hitam Uni Eropa

Qin tidak menyebut secara langsung nama AS (Amerika Serikat), tetapi menuduh negara itu mengobarkan konfrontasi ideologis dan terlibat dalam konfrontasi. Hal itu diungkapkannya ketika ditanya tentang strategi de-risking Uni Eropa.

Baca Juga: Ekspor China ke Rusia Meroket 153,1 Persen, Nilainya Tembus Rp140,6 Triliun

Diterangkan olehnya, negara yang tidak disebutkan namanya itu telah menyalahgunakan status monopoli mata uangnya dan mentransfer inflasi domestik dan krisis fiskal, dengan efek limpahan yang serius. Diucapkan Qin Gang pada konferensi pers bersama dengan menteri luar negeri Jerman, Annalena Baerbock.

"Ini adalah risiko nyata yang perlu ditanggapi dengan serius. Jika perang dingin baru terjadi, itu tidak hanya merusak kepentingan China, tetapi kepentingan Eropa juga akan dikorbankan ... Itulah risiko nyata yang perlu dikhawatirkan," kata Qin, setelah pertemuan keduanya dengan Baerbock dalam sebulan terakhir dilansir South China Morning Post (SCMP).

Qin mendukung pernyataannya dengan sebuah laporan yang dirilis awal bulan ini oleh Institut Penelitian Ekonomi Austria dan Yayasan Bisnis Keluarga, dimana mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi atau PDB Jerman akan turun 2% jika berpisah dari China.

Strategi de-risking diperkenalkan pada bulan Maret oleh Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen yang menekankan bahwa "tidak layak - mengorbankan kepentingan Eropa - untuk memisahkan diri dari China". Kanselir Jerman, Olaf Scholz juga berulang kali menolak decoupling.

Qin mengatakan, dia menghargai sikap Berlin dan Brussels, tetapi Ia mengungkapkan kekhawatiran Beijing bahwa strategi itu bisa menjadi "de-sinisisasi" benua yang akan memangkas peluang, kerja sama, stabilitas dan pembangunan.

Qin berada di Berlin pada awal perjalanan tiga negara yang berakhir pada hari Jumat, kemarin dan termasuk kunjungan ke Paris dan Oslo. Dia tiba tepat ketika China menunda pertemuan antara menteri keuangan China dan Jerman.

Ada spekulasi bahwa pembatalan itu mungkin terkait dengan kunjungan penting ke Taipei pada bulan Maret oleh menteri pendidikan Jerman Bettina Stark-Watzinger. Beijing memprotes perjalanan itu, dengan menggambarkannya sebagai perbuatan "keji".

Qin merujuk Taiwan dalam pidatonya kepada media, tetapi mengatakan penundaan mendadak itu karena "perubahan jadwal yang mendesak" dan "tidak boleh ditafsirkan secara berlebihan".

"Siapa pun yang benar-benar mengharapkan stabilitas di Selat Taiwan dan benar-benar berkomitmen untuk menegakkan ketertiban internasional harus mematuhi kebijakan satu-China dan dengan tegas menentang tindakan kemerdekaan apa pun di Taiwan," kata Qin.

Dengan China bersiap untuk mengirim delegasi khusus untuk menengahi perdamaian di Ukraina, Qin dan mitranya dari Jerman juga membahas perang, dengan Beijing meminta Berlin untuk "memimpin untuk membangun kerangka kerja keamanan Eropa yang seimbang, efektif, dan berkelanjutan".

Sambung Qin juga sangat menentang kemungkinan sanksi UE terhadap delapan perusahaan China atas hubungan mereka dengan Rusia. Ia menekankan bahwa yang mereka lakukan adalah "pertukaran dan kerja sama normal antara perusahaan China dan Rusia".

Dia mengatakan China akan "mengambil respons yang diperlukan untuk secara tegas melindungi kepentingan sah perusahaan-perusahaan China" jika tindakan hukuman seperti sanksi dijatuhkan.

Qin juga menegaskan kembali bahwa hukum China melarang pengiriman senjata ke daerah-daerah yang berkonflik dan bahwa ada peraturan yang mengatur ekspor barang-barang penggunaan ganda, yang dapat digunakan untuk tujuan sipil dan militer.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Rekomendasi
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Sneaker Louis Vuitton...
Sneaker Louis Vuitton Combi Rancangan Pharrell Williams Dikritik, Disebut Mirip Vans Authentic
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved