Suku Bunga Turun, Pemerintah Perlu Percepat Penyerapan Belanja

Rabu, 22 Juli 2020 - 21:36 WIB
loading...
Suku Bunga Turun, Pemerintah...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Transmisi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) secara umum sudah terlihat dan proses transmisi pada suku bunga perbankan masih terus berjalan. Hingga 14 Juli 2020, BI telah menambah likuiditas melalui kebijakan quantitative easing di sistem perbankan dengan total Rp633,24triliun, termasuk penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan eskpansi moneter sekitar Rp462,4 triliun.

"Mengingat transmisi penurunan suku bunga acuan BI sudah mulai bekerja meskipun belum signfikan, pemerintah juga perlu mempercepat penyerapan belanja penanganan Covid-19," kata ekonom Bank Permata, Josua Pardede di Jakarta, Rabu (22/7/2020). (Baca: Ekonom: Suku Bunga Rendah Penting untuk Hidupkan Mesin Ekonomi )

Pemerintah juga perlu mempercepat anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), secara khusus stimulus dari sisi permintaan dan sisi produksi sehingga dapat mendorong permintaan kebutuhan pembiayaan.

Dengan demikian, permintaan kredit pun pada umumnya akan mengikuti tren pertumbuhan ekonomi, mengingat terdapat korelasi positif antara pertumbuhan kredit dan pertumbuhan ekonomi, meskipun terdapat lagging sekitar 3-6 bulan.

Adapun pelonggaran kondisi likuiditas terindikasi pada rendahnya suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) yakni di sekitar 4% pada Juni 2020, serta rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tetap tinggi sekitar 24,33% pada Mei 2020.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Rupiah Semakin Terpuruk...
Rupiah Semakin Terpuruk Dekati Rp17.900 per Dolar AS, BI Buka Suara
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
BI Targetkan QRIS Terhubung...
BI Targetkan QRIS Terhubung ke India hingga Timor Leste Tahun Ini
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rekomendasi
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
Kim Soo Hyun Mulai Comeback...
Kim Soo Hyun Mulai Comeback ke Industri Hiburan Lewat Iklan Fashion
Jadi Atensi Publik,...
Jadi Atensi Publik, Kejaksaan Siapkan 7 Jaksa Senior Kawal Sidang Richard Lee
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved