Harga Telur Mahal, Pemerintah Perlu Rerelaksasi Impor Jagung?
Rabu, 17 Mei 2023 - 19:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Peternak Sebut Wajar Harga Telur Tembus Rp30.000 per Kg, Ini Alasannya
Selain itu, lanjutnya, biaya transaksi yang tinggi yang harus ditanggung industri pemakai (peternak dan pabrik pakan) turut mempengaruhi harga jagung. Hal ini timbul karena panjangnya rantai distribusi domestik yang melibatkan petani jagung, pengepul, pedagang, dan penggilingan, sebelum tiba di industri pengguna.
"Jagung domestik juga kurang diminati industri pengolahan bahan makanan karena kadar air dan tingkat aflatoksin yang tinggi," imbuh Azizah.
Jagung domestik umumnya dipanen secara manual dengan tingkat kadar air yang masih tinggi, sebagian mencapai lebih dari 35 persen, lalu dikeringkan dengan cara dijemur dan disimpan dengan tingkat kadar air 16-17 persen.
Menurutnya, proses ini memakan waktu lama, rawan memunculkan pertumbuhan jamur dan dapat menimbulkan biaya tambahan untuk pengeringan.
Selain itu, lanjutnya, biaya transaksi yang tinggi yang harus ditanggung industri pemakai (peternak dan pabrik pakan) turut mempengaruhi harga jagung. Hal ini timbul karena panjangnya rantai distribusi domestik yang melibatkan petani jagung, pengepul, pedagang, dan penggilingan, sebelum tiba di industri pengguna.
"Jagung domestik juga kurang diminati industri pengolahan bahan makanan karena kadar air dan tingkat aflatoksin yang tinggi," imbuh Azizah.
Jagung domestik umumnya dipanen secara manual dengan tingkat kadar air yang masih tinggi, sebagian mencapai lebih dari 35 persen, lalu dikeringkan dengan cara dijemur dan disimpan dengan tingkat kadar air 16-17 persen.
Menurutnya, proses ini memakan waktu lama, rawan memunculkan pertumbuhan jamur dan dapat menimbulkan biaya tambahan untuk pengeringan.
Lihat Juga :