Wapres AS Kamala Harris Peringatkan Gagal Bayar Utang AS Bisa Picu Resesi

Jum'at, 19 Mei 2023 - 14:05 WIB
loading...
Wapres AS Kamala Harris...
Wakil Presiden AS Kamala Harris memperingatkan dampak yang ditimbulkan jika AS gagal bayar utang. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dan penasihat ekonomi Gedung Putih Lael Brainard mengatakan potensi gagal bayar utang AS sebesar USD31,4 triliun bisa membuat ekonomi negara itu jatuh ke jurang resesi.

Melansir Reuters, dalam konferensi aktivis Demokrat, Harris dan Brainard mendesak para aktivis tersebut untuk menghubungi anggota parlemen, menolak terjadinya gagal bayar utang yang bisa kurang dari dua minggu lagi.

"Kegagalan utang bisa memicu resesi," ujar Kamala Haris.

Baca Juga: AS Terancam Gagal Bayar Utang, Sri Mulyani Ungkap Dampak ke RI

Salah seorang pejabat Gedung Putih menyatakan, negosiasi dengan anggota kongres dari Partai Republik akan bertemu di Capitol Hill untuk membahas pencarian titik temu untuk mengangkat plafon utang USD31,4 triliun dan berencana untuk bertemu kembali pada Jumat.

Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer mengatakan anggota parlemen harus siap dengan pemberitahuan 24 jam dari reses pekan depan jika diperlukan untuk pemungutan suara.

Sementara, Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Brainard mengatakan tim negosiasi Biden telah diinstruksikan untuk tidak menyetujui proposal Partai Republik untuk mengangkat plafon utang dengan menghilangkan layanan kesehatan. Akibatnya bisa menambah angka kemiskinan.

Baca Juga: Pejabat Gedung Putih: China Senang Jika AS Kacau Gagal Bayar Utang

Departemen Keuangan AS berharap bisa membayar tagihan pemerintah hanya sampai 1 Juni tanpa kenaikan batas utang. Batas tersebut perlu dicabut secara bertahap karena belanja pemerintah lebih besar dari penerimaan pajak
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Rekomendasi
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
AS Bisa Tarik Pasukannya...
AS Bisa Tarik Pasukannya dari Eropa Tengah dan Timur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved