Halo Pak Jokowi, Perbankan Butuh Perhatian Tambahan Modal

Kamis, 23 Juli 2020 - 11:53 WIB
loading...
Halo Pak Jokowi, Perbankan...
Pak Jokowi, perbankan butuh perhatian dan tambahan modal. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebutkan ada sejumlah tantangan perbankan dari sisi internal butuh perhatian serius dari pemerintah. Pertama kondisi likuiditas karena Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan kredit.

Ekonom Senior Indef Aviliani mengungkapkan, pada April 2020 seluruh kelompok bank mengalami penurunan pertumbuhan kredit. Adapun yang mengalami pertumbuhan kredit tinggi terjadi pada bank campuran mencapai 4%.

"Kenapa mengalami penurunan pada April? Karena bulan april pada awal masa PSBB. Sehingga banyak perusahaan yang mengerem. Dan pada April juga seluruh kelompok bank mengalami penurunan DPK kecuali BPD," ujar Aviliani saat webinar Indef di Jakarta Kamis, (23/7/2020).

Baca Juga: Masalah Bank Bukan Likuiditas, tapi Perlambatan Kredit

Selain itu, ke dua operasional tinggi di mana adopsi teknologi masih relatif rendah serta masih kurangnya jangkauan nasabah ke polosok. Saat ini, lanjut Aviliani, kondisi likuditas perbankan juga relatif longgar sepanjang 2020. Hal tersebut tercermin dari penurunan suku bunga PUAB di mana pada Januari PUAB pagi mencapai 4.92% dan turun 4.18% pada Juni. Sementara PUAB sore mencapai 4.17% pada Juni 2020 dari 4.82%.

Baca Juga: Juragan BI Sawer Rp633 Triliun ke Perbankan Nasional

Untuk trend masa depan perbankan nasional, menurut dia dibutuhkan tambahan modal di masa mendatang di mana presentase ekuitas terhadap aktiva terus menurun. Pasalnya semakin lama bank yang dikategorikan punya modal kuat dan likuditas mencukupi semakin minim. "Selain itu, semakin meningkatnya kompetisi pada perbankan nasional semakin menurun pula pertumbuhan aset dan profitabilitas perbankan," katanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kinerja Keuangan BRI...
Kinerja Keuangan BRI Kokoh hingga Triwulan I 2026, Likuiditas dan Permodalan Terjaga
Perpanjangan Dana Rp200...
Perpanjangan Dana Rp200 Triliun ke Himbara Redakan Rebutan Likuiditas, Ekonom Ungkap Efeknya
BRI Terbitkan Surat...
BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial, Perkuat Likuiditas dan Dukung Pendalaman Pasar Keuangan Nasional
Purbaya Efek Mulai Terasa,...
Purbaya Efek Mulai Terasa, Dorong Pertumbuhan Kredit dan Likuiditas
Sektor Riil Megap-megap,...
Sektor Riil Megap-megap, Banjir Likuiditas Tak Cukup Dongkrak Ekonomi
Kebijakan Likuiditas...
Kebijakan Likuiditas Purbaya Disebut Bawa Efek Ekonomi Rp1.133 Triliun
Sumitronomics dan Stimulus...
Sumitronomics dan Stimulus Rp200 Triliun: Bisakah Indonesia Tumbuh 8%?
Harmonisasi Kebijakan...
Harmonisasi Kebijakan Ekonomi Nasional
Raih Kembali Kepercayaan,...
Raih Kembali Kepercayaan, Bank Banten Kelola RKUD Provinsi Banten
Rekomendasi
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved