Pacu Produksi Kereta, INKA Bakal Diguyur Rp1,5 Triliun Tahun Depan
Kamis, 25 Mei 2023 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Namun, rencana tersebut masih menunggu keputusan dari Menteri Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Erick menyatakan, keputusan akan diambil berdasarkan data produksi KRL dari INKA untuk periode tertentu dan jumlah permintaan penumpangnya yang harus di-review oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).
"Saya bilang waktu itu kan saya diundang rapat sama Menko (Luhut), Menhub, Menteri Perindustrian, lalu saya bilang saya menunggu dua data final, satu dari INKA berapa besar bisa memproduksi daripada gerbong itu, minta datanya. Saya juga meminta KAI untuk me-review ulang pasca Covid kenaikan jumlah (orang) yang memakai kereta," bebernya.
Baca juga: Soal Impor KRL Bekas Jepang, BPKP Menanti Sikap Luhut dan Erick Thohir
"Kalau data ini sudah keluar baru kita bisa sinkronkan, jadi bisa ada keputusan, berapa lokal berapa yang impor. Jadi, bukan ribut impor dalam negeri, tanpa solusi buat masyarakat," tandas Ketua Umum PSSI itu.
Erick menyatakan, keputusan akan diambil berdasarkan data produksi KRL dari INKA untuk periode tertentu dan jumlah permintaan penumpangnya yang harus di-review oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).
"Saya bilang waktu itu kan saya diundang rapat sama Menko (Luhut), Menhub, Menteri Perindustrian, lalu saya bilang saya menunggu dua data final, satu dari INKA berapa besar bisa memproduksi daripada gerbong itu, minta datanya. Saya juga meminta KAI untuk me-review ulang pasca Covid kenaikan jumlah (orang) yang memakai kereta," bebernya.
Baca juga: Soal Impor KRL Bekas Jepang, BPKP Menanti Sikap Luhut dan Erick Thohir
"Kalau data ini sudah keluar baru kita bisa sinkronkan, jadi bisa ada keputusan, berapa lokal berapa yang impor. Jadi, bukan ribut impor dalam negeri, tanpa solusi buat masyarakat," tandas Ketua Umum PSSI itu.
Lihat Juga :