Erick Thohir Ungkap Utang BUMN Karya di Bank Milik Negara Tinggal Rp70 Triliun
Kamis, 25 Mei 2023 - 17:13 WIB
loading...
Utang BUMN Karya di Himbara terpantau turun drastis, dari sebelumnya Rp120 triliun kini tinggal tersisa Rp70 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Utang BUMN Karya di Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) terpantau turun drastis, dari sebelumnya Rp120 triliun kini tinggal tersisa Rp70 triliun. Penurunan nilai pinjaman tersebut dikonfirmasi langsung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir .
Dia pun meminta publik tidak membangun persepsi bahwa perseroan di sektor infrastruktur itu terlilit banyak utang dan merugi. Baca Juga: Perbedaan BUMN Karya: Waskita, Hutama, Wika dan Adhi
"Dari Rp120 triliun sudah turun, tinggal Rp70 triliun. Tentu ada arus kas yang harus dikejar, konteks kadang kita selalu lihat ini banyak utang macet," ungkap Erick Thohir saat ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Kamis (25/5/2023).
Baca Juga: Gejolak BUMN Karya Berlanjut, Kali Ini Giliran Wijaya Karya Tunda Bayar Utang
Meski membukukan utang bernilai fantastis, Erick mengatakan bahwa BUMN Karya juga mampu memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan sejumlah ruas tol di Tanah Air. Karena itu, publik seyogyanya tidak hanya melihat pada sisi utang saja, namun juga pada peran dan kontribusi perusahaan.
Dia pun meminta publik tidak membangun persepsi bahwa perseroan di sektor infrastruktur itu terlilit banyak utang dan merugi. Baca Juga: Perbedaan BUMN Karya: Waskita, Hutama, Wika dan Adhi
"Dari Rp120 triliun sudah turun, tinggal Rp70 triliun. Tentu ada arus kas yang harus dikejar, konteks kadang kita selalu lihat ini banyak utang macet," ungkap Erick Thohir saat ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Kamis (25/5/2023).
Baca Juga: Gejolak BUMN Karya Berlanjut, Kali Ini Giliran Wijaya Karya Tunda Bayar Utang
Meski membukukan utang bernilai fantastis, Erick mengatakan bahwa BUMN Karya juga mampu memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan sejumlah ruas tol di Tanah Air. Karena itu, publik seyogyanya tidak hanya melihat pada sisi utang saja, namun juga pada peran dan kontribusi perusahaan.
Lihat Juga :