Bos LPS Ungkap Dampak Gagal Bayar Utang AS ke RI, Bisa Terjadi Guncangan Finansial

Jum'at, 26 Mei 2023 - 13:27 WIB
loading...
Bos LPS Ungkap Dampak...
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan dampak gagal bayar utang (default) Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia. Terdapat sisi negatif dan positif jika AS benar-benar mengalami default.

"Sisi negatifnya itu akan menimbulkan guncangan di pasar finansial tapi tidak begitu banyak," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers, di Jakarta, Jumat (26/5/2023).

Baca Juga: LPS Jamin Simpanan 510,8 Juta Rekening Nasabah Bank per Maret 2023

Purbaya menjelaskan dari sisi posisi apa yang sedang dialami AS saat ini. Saat ini, AS memiliki rating A+ dari S&P, sementara Indonesia masih di bawah itu. Apabila negara yang memiliki rating A+ mengalami default maka peringkatnya akan turun.

"Jadi untuk kita untung kalau mereka tidak menurunkan peringkat AS. Kita bisa minta S&P naikkan peringkat kita lebih tinggi lagi," kata Purbaya.

Dalam pengertian, Indonesia berhak mendapatkan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah. Menurutnya, dampak yang ditimbulkan jika AS benar-benar mengalami gagal bayar utang hanya dalam jangka pendek. Pasalnya sudah banyak negara yang juga mengurangi eksposur ke dolar AS termasuk Indonesia.

Baca Juga: LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan 4,25%

"Dugaan saya, kalau mereka default dalam waktu singkat. Mereka akan kompromi secara politik, karena kalau tidak rakyatnya akan memaki-maki pimpinan pemerintahan. Jadi mereka tahu risikonya itu, apalagi mendekati pemilu 2024 di sana," jelas Purbaya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
15 Juta Usia Produktif...
15 Juta Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank, Begini Pesan Ketua LPS
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
Rupiah Keok di Rp17.181...
Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Netanyahu Blak-blakan...
Netanyahu Blak-blakan Bongkar Alasan Israel Gagalkan Gencatan Senjata AS-Iran!
Rekomendasi
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Infografis
Dua Skenario HUT ke-79...
Dua Skenario HUT ke-79 RI: Bisa di Jakarta dan IKN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved