Industri Sawit Berkomitmen Dukung Program Net Zero Emission
Sabtu, 27 Mei 2023 - 20:24 WIB
loading...
A
A
A
Industri sawit menyambut baik ajakan pemerintah untuk menekan emisi karbon dan mencapai target nol emisi karbon. Tunas Sawa Erma, perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit yang beroperasi di Papua, belum lama ini menyampaikan komitmennya untuk menyumbang kontribusi dalam upaya global mencapai NZE sampai dengan tahun 2050.
Direktur Tunas Sawa Erma Group Luwy Leunufna mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengikuti semua aturan dan ketentuan pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam, TSE Group menyadari pentingnya berkontribusi dalam upaya untuk atau upaya global untuk mencapai NZE.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, TSE Group menggunakan Science Based Targets initiative (SBTi) sebagai standar untuk menetapkan target net zero emissions. SBTi adalah inisiatif untuk mengembangkan dan mempromosikan metodologi ilmiah dalam rangka menetapkan target emisi sesuai dengan Perjanjian Paris.
“Kami akan menyusun near-term dan long-term target emisi kami dalam waktu 2 tahun ke depan. Target-target ini akan mencakup seluruh aktivitas operasional dan rantai pasokan kami,” ucap Luwy Leunufna.
Sebagai informasi, pada tanggal 23 September 2022, Pemerintah Indonesia mengumumkan ENDC (Enhanced Nationally Determined Contribution)-nya sebesar 31.89% dan 43.20% kepada UNFCC.
Luwy menjelaskan bahwa TSE Group juga mendukung upaya pemerintah mencapai nationally Determined contribution NDC dan siap berkolaborasi untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Saat ini, TSE Group akan membangun pembangkit listrik tenaga biogas untuk berkontribusi pada pengurangan gas rumah kaca dengan mencegah pelepasan gas metana ke atmosfer. Kapasita listrik pembangkit ini mencapai 8 MW yang dibangun sampai 2030.
“Kami berencana memanfaatkan listrik dan gas yang dihasilkan dapat digunakan penduduk setempat untuk meningkatkan kualitas hidup,” ujar Luwy.
Direktur Tunas Sawa Erma Group Luwy Leunufna mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengikuti semua aturan dan ketentuan pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam, TSE Group menyadari pentingnya berkontribusi dalam upaya untuk atau upaya global untuk mencapai NZE.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, TSE Group menggunakan Science Based Targets initiative (SBTi) sebagai standar untuk menetapkan target net zero emissions. SBTi adalah inisiatif untuk mengembangkan dan mempromosikan metodologi ilmiah dalam rangka menetapkan target emisi sesuai dengan Perjanjian Paris.
“Kami akan menyusun near-term dan long-term target emisi kami dalam waktu 2 tahun ke depan. Target-target ini akan mencakup seluruh aktivitas operasional dan rantai pasokan kami,” ucap Luwy Leunufna.
Sebagai informasi, pada tanggal 23 September 2022, Pemerintah Indonesia mengumumkan ENDC (Enhanced Nationally Determined Contribution)-nya sebesar 31.89% dan 43.20% kepada UNFCC.
Luwy menjelaskan bahwa TSE Group juga mendukung upaya pemerintah mencapai nationally Determined contribution NDC dan siap berkolaborasi untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Saat ini, TSE Group akan membangun pembangkit listrik tenaga biogas untuk berkontribusi pada pengurangan gas rumah kaca dengan mencegah pelepasan gas metana ke atmosfer. Kapasita listrik pembangkit ini mencapai 8 MW yang dibangun sampai 2030.
“Kami berencana memanfaatkan listrik dan gas yang dihasilkan dapat digunakan penduduk setempat untuk meningkatkan kualitas hidup,” ujar Luwy.
Lihat Juga :