Punya Populasi Muslim Terbesar, Indonesia Berpeluang Kembangkan Aset Kripto Syariah
Senin, 29 Mei 2023 - 21:40 WIB
loading...
Aset kripto syariah berpeluang meningkat di Indonesia. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Keberadaan aset kripto terus berkembang seiring bertambahnya literasi seputar investasi ataupun cara baru dalam pembayaran. Global Muslim Population memperkirakan bahwa jumlah populasi muslim di dunia akan melampaui 2 miliar di tahun 2023, yang mewakili seperempat dari populasi dunia.
Baca juga: Platform Aset Digital Buka Kembali Setoran Rupiah, Pengguna Sambut Antusias
Untuk itulah tidak sedikit yang mengharapkan kripto atau mata uang digital yang berkonsep syariah . Kehadiran blockchain halal (dompet mata uang kripto yang sesuai untuk Bitcoin) seperti Haqq Network dan Islamic Coin, yang menargetkan pengguna muslim, dapat memengaruhi tingkat literasi kripto oleh umat Islam di masa mendatang.
Islamic Coin adalah mata uang digital yang sesuai dengan konsep syariah dan dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi komunitas muslim dunia. Selain itu, blockchain halal juga akan memberikan transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar dalam keuangan syariah.
Di tanah air, adanya mata uang digital berkonsep syariah disambut hangat oleh komunitas investor mata uang digital. Isybel Harto, Founder AMCI (Aliansi Media Crypto Indonesia) menyatakan bahwa sudah saatnya aturan keuangan yang berbasis syariah menggunakan blockchain dan aset digital, karena sifatnya yang desentralisasi dan transparan.
“Indonesia sebagai negeri dengan jumlah komunitas muslim terbesar di dunia menjadi sebuah peluang untuk perkembangan cryptocurrency yang lebih besar. Sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia investasi mata uang digital berbasis syariah,” kata Isybel, dalam keterangan tertulis dikutip Senin (29/5/2023).
Di Malaysia, guna meningkatkan penetrasi cryptocurrency di kalangan umat muslim International Islamic University Malaysia (IIUM) menggandeng Haqq Association--sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mempromosikan teknologi desentralisasi berbasis komunitas muslim di seluruh dunia.
Baca juga: Platform Aset Digital Buka Kembali Setoran Rupiah, Pengguna Sambut Antusias
Untuk itulah tidak sedikit yang mengharapkan kripto atau mata uang digital yang berkonsep syariah . Kehadiran blockchain halal (dompet mata uang kripto yang sesuai untuk Bitcoin) seperti Haqq Network dan Islamic Coin, yang menargetkan pengguna muslim, dapat memengaruhi tingkat literasi kripto oleh umat Islam di masa mendatang.
Islamic Coin adalah mata uang digital yang sesuai dengan konsep syariah dan dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi komunitas muslim dunia. Selain itu, blockchain halal juga akan memberikan transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar dalam keuangan syariah.
Di tanah air, adanya mata uang digital berkonsep syariah disambut hangat oleh komunitas investor mata uang digital. Isybel Harto, Founder AMCI (Aliansi Media Crypto Indonesia) menyatakan bahwa sudah saatnya aturan keuangan yang berbasis syariah menggunakan blockchain dan aset digital, karena sifatnya yang desentralisasi dan transparan.
“Indonesia sebagai negeri dengan jumlah komunitas muslim terbesar di dunia menjadi sebuah peluang untuk perkembangan cryptocurrency yang lebih besar. Sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia investasi mata uang digital berbasis syariah,” kata Isybel, dalam keterangan tertulis dikutip Senin (29/5/2023).
Di Malaysia, guna meningkatkan penetrasi cryptocurrency di kalangan umat muslim International Islamic University Malaysia (IIUM) menggandeng Haqq Association--sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mempromosikan teknologi desentralisasi berbasis komunitas muslim di seluruh dunia.
Lihat Juga :