AS-China Memanas Imbas Penutupan Konsulat Bikin Dolar Loyo, Peluang Rupiah Menguat

Jum'at, 24 Juli 2020 - 09:04 WIB
loading...
AS-China Memanas Imbas...
Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpeluang menguat, ketika mata uang Negeri Paman Sam terus tertekan imbas memanasnya hubungan AS dan China menyusul penutupan konsulat China di Houston. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpeluang menguat, ketika mata uang Negeri Paman Sam terus tertekan imbas memanasnya hubungan AS dan China menyusul penutupan konsulat China di Houston. Ditambah peningkatan kasus Covid-19 di AS yang tidak terbendung juga menjadi sentimen.

(Baca Juga: China Bakar Dokumen di Konsulatnya yang Ditutup Paksa oleh AS )

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, dolar masih terjadi pelemahan kemungkinan karena kekhwatiran pasar terhadap kondisi penularan virus covid-19 yang masih terus meningkat dan masih berpotensi memburuk di AS yang bisa menekan laju pemulihan ekonomi AS.

"Memanasnya hubungan AS dengan Tiongkok karena isu penutupan konsulat Tiongkok di Houston, AS, juga turut menekan dollar AS sementara ini," kata Ariston di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

(Baca Juga: Empat Bank Kakap AS Terancam Loyo Dihantam Pandemi Covid-19 )

Kata dia, perekonomian AS bisa merugi bila konflik merembet ke masalah ekonomi dengan China. Tapi di sisi lain, pasar bisa segera beralih pandangan bila isu di atas juga dianggap mengganggu pemulihan ekonomi global yang bisa menyebabkan harga aset berisiko tertekan turun termasuk rupiah.

"Rupiah bisa melanjutkan penguatan karena hal di atas dengan potensi bergerak di kisaran Rp14.500 hingga Rp14.650 per USD," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved