Siasati Tekanan Cukai, Emiten Rokok Ini Perluas Pasar Ekspor
Senin, 05 Juni 2023 - 20:32 WIB
loading...
Ekspor menjadi cara emiten rokok mendulang pendapatan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Emiten rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk menyiasati tekanan penjualan domestik akibat kenaikan cukai dengan memperbesar pasar ekspor. Presiden Direktur PT Bentoel Internasional Investama Tbk William Lumentut mengatakan sepanjang 2022 ekspor produk-produk berkualitas tinggi dilakukan ke 21 negara tujuan.
Baca juga: Rokok Disamakan dengan Narkoba, Bagaimana Nasib Industri Hasil Tembakau?
“Jumlah tersebut merupakan peningkatan yang pesat dari sebelumnya yang hanya berjumlah 8 negara di tahun 2016. Pencapaian ini tentunya turut memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan ekspor negara dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya pada paparan publik di Jakarta, Senin (5/6/2023).
William menambahkan, Bentoel bakal menggenjot ekspor dengan terus meningkatkan kualitas produk. Alhasil, di tengah berbagai tantangan akibat kenaikan cukai dan dampak pandemi, perseroan berhasil membukukan laba kotor secara konsisten selama 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2020.
Tahun 2022 lalu, perseroan berhasil mencetak laba kotor sebesar Rp1 triliun, meningkat 20% persen dibandingkan dengan laba kotor pada tahun sebelumnya. Selain itu, perseroan juga sukses mendatangkan investasi baru ke Indonesia melalui relokasi kapasitas produksi dari Singapura ke Malang. Kapasitas tambahan tersebut diperuntukkan untuk produk- produk ekspor.
Baca juga: Rokok Disamakan dengan Narkoba, Bagaimana Nasib Industri Hasil Tembakau?
“Jumlah tersebut merupakan peningkatan yang pesat dari sebelumnya yang hanya berjumlah 8 negara di tahun 2016. Pencapaian ini tentunya turut memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan ekspor negara dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya pada paparan publik di Jakarta, Senin (5/6/2023).
William menambahkan, Bentoel bakal menggenjot ekspor dengan terus meningkatkan kualitas produk. Alhasil, di tengah berbagai tantangan akibat kenaikan cukai dan dampak pandemi, perseroan berhasil membukukan laba kotor secara konsisten selama 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2020.
Tahun 2022 lalu, perseroan berhasil mencetak laba kotor sebesar Rp1 triliun, meningkat 20% persen dibandingkan dengan laba kotor pada tahun sebelumnya. Selain itu, perseroan juga sukses mendatangkan investasi baru ke Indonesia melalui relokasi kapasitas produksi dari Singapura ke Malang. Kapasitas tambahan tersebut diperuntukkan untuk produk- produk ekspor.
Lihat Juga :