Bakal Diguyur PMN Rp8 Triliun, Begini Rencana WIKA
Selasa, 06 Juni 2023 - 20:26 WIB
loading...
Wika menyambut gembira rencana pemberian PMN. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ( WIKA ) menyambut positif usulan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ingin memberikan penyertaan modal negara ( PMN ) tambahan senilai Rp8 triliun. Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya mengatakan, perseroan sedang fokus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN, regulator, dan stakeholder lain dalam menyiapkan rencana tersebut.
Baca juga: Dibelit Utang Rp55,76 Triliun, WIKA Minta Penundaan ke Perbankan
"Terkait dengan rencana pemberian PMN yang akan diberikan kepada WIKA, hal ini kami serahkan sepenuhnya kepada Kementerian BUMN dan kami menyambut baik support tersebut," kata Mahendra di Keterbukaan Informasi, Selasa (6/6/2023).
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa suntikan dana negara untuk emiten konstruksi pelat merah itu telah diusulkan untuk 2023. Dana ini akan digunakan WIKA untuk penyehatan struktur permodalan.
"Kita mengusulkan waktu, sebenarnya PMN di tahun ini (2023), tambahan Rp3,56 triliun (IFG), lalu Wijaya Karya Rp8 triliun, dan PT Hutama Karya Rp12,5 triliun. Tapi dari Menteri Keuangan, kemarin sudah diputuskan, ini menjadi masukan di PMN 2024," kata Erick.
Baca juga: Dibelit Utang Rp55,76 Triliun, WIKA Minta Penundaan ke Perbankan
"Terkait dengan rencana pemberian PMN yang akan diberikan kepada WIKA, hal ini kami serahkan sepenuhnya kepada Kementerian BUMN dan kami menyambut baik support tersebut," kata Mahendra di Keterbukaan Informasi, Selasa (6/6/2023).
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa suntikan dana negara untuk emiten konstruksi pelat merah itu telah diusulkan untuk 2023. Dana ini akan digunakan WIKA untuk penyehatan struktur permodalan.
"Kita mengusulkan waktu, sebenarnya PMN di tahun ini (2023), tambahan Rp3,56 triliun (IFG), lalu Wijaya Karya Rp8 triliun, dan PT Hutama Karya Rp12,5 triliun. Tapi dari Menteri Keuangan, kemarin sudah diputuskan, ini menjadi masukan di PMN 2024," kata Erick.
Lihat Juga :