Pertamina Cetak Laba Rp56,6 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Selasa, 06 Juni 2023 - 20:26 WIB
loading...
PT Pertamina (Persero) kembali melaporkan kinerja perusahaan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) kembali melaporkan kinerja perusahaan. Tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih USD3,81 miliar atau Rp56,6 triliun tertinggi sepanjang sejarah.
"Tahun 2022 kita dengan sejarah tertinggi. Pertamina membukukan keuntungan USD3,81 miliar," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam Konfrensi Pers, di Gedung Pertamina Pusat, Selasa (6/6/2023).
Baca Juga: Siap-siap! Akan Ada Kejutan Bos Pertamina Soal Blok Masela
Dia mengatakan kontribusi terbesar dari penciptaan efisiensi di mana berhasil merampingkan biaya. Raihan laba tersebut tidak serta merta disebabkan karena meningkatnya harga minyak mentah atau Indonesian Crude Price (ICP) serta kenaikan kurs atau nilai tukar.
"Capaian ini bukan capaian windfall semata dan sebagainya, ada yang menyatakan ini karena ICP, kurs, ayo kita lihat data. Ini kinerja terbaik dari tahun ke tahun," kata dia.
Nicke menyebutkan bahwa pada tahun 2012 - 2014 cost dari biaya di tahun tersebut mencapai 93%-94%. Namun, pada tahun 2022 cost semakin ramping hingga mencapai 89%.
"Di mana, ada 267 program yang kita garap selama tahun 2022 untuk melakukan cost efisien dan revenue tahun 2022 tahun terbaik, dan kita berharap ini akan terus tumbuh berkelanjutan," kata dia.
"Tahun 2022 kita dengan sejarah tertinggi. Pertamina membukukan keuntungan USD3,81 miliar," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam Konfrensi Pers, di Gedung Pertamina Pusat, Selasa (6/6/2023).
Baca Juga: Siap-siap! Akan Ada Kejutan Bos Pertamina Soal Blok Masela
Dia mengatakan kontribusi terbesar dari penciptaan efisiensi di mana berhasil merampingkan biaya. Raihan laba tersebut tidak serta merta disebabkan karena meningkatnya harga minyak mentah atau Indonesian Crude Price (ICP) serta kenaikan kurs atau nilai tukar.
"Capaian ini bukan capaian windfall semata dan sebagainya, ada yang menyatakan ini karena ICP, kurs, ayo kita lihat data. Ini kinerja terbaik dari tahun ke tahun," kata dia.
Nicke menyebutkan bahwa pada tahun 2012 - 2014 cost dari biaya di tahun tersebut mencapai 93%-94%. Namun, pada tahun 2022 cost semakin ramping hingga mencapai 89%.
"Di mana, ada 267 program yang kita garap selama tahun 2022 untuk melakukan cost efisien dan revenue tahun 2022 tahun terbaik, dan kita berharap ini akan terus tumbuh berkelanjutan," kata dia.
Lihat Juga :