KemenkopUKM dan BEI Percepat UMKM Bisa IPO, Bakal Bentuk Super Holding UKM?

Rabu, 07 Juni 2023 - 12:40 WIB
loading...
KemenkopUKM dan BEI...
Mendorong percepatan UMKM melantai di bursa atau IPO, Kemenkop UKM dan BEI meneken MoU dan membahas sejumlah skema. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM atau Kemenkop UKM dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) dan koperasi dapat mencatatkan sahamnya di pasar modal. Sejumlah skema pencatatan penawaran umum perdana saham alias initial public offering ( IPO ) tengah dibicarakan, termasuk pembentukan holding/super-holding koperasi dan/atau UMKM.

Baca Juga: 3 Pertimbangan Perusahaan Sebelum IPO

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Koperasi dan UMKM memerlukan agregasi bisnis untuk terhubung satu-sama lain. Melalui upaya ini, maka dapat memperkuat valuasi bisnis, sebelum akhirnya melepas sahamnya ke publik.

"Kalau di agregasi itu kan bisa terhubung, misalnya kayak warung-warung itu ada 3,5 juta (jumlahnya). Karena itu gede banget, nah ini yang akan kita lakukan (agregasi), apakah itu mungkin koperasi bentuknya, atau PT (perseroan terbatas)," kata Teten saat ditemui di Gedung BEI, Rabu (7/5/2023).

Baca Juga: UMKM Jangan Ragu Melantai di Bursa, Simak Resep Sukses IPO

Teten menuturkan bahwa selama ini UMKM secara organik-mandiri telah melakukan penawaran umum perdana di bursa. Salah satunya adalah induk dari bisnis Kebab Baba Rafi, yakni PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI).

Pihaknya mengapresiasi adanya Papan Akselerasi dan IDX Incubator yang memberikan pendampingan bisnis agar UMKM dapat naik kelas. Namun, ia mengharapkan adanya agregasi skala bisnis, selain agar mempermudah UKM masuk pasar modal, juga menambah jumlah emiten di papan akselerasi.

"Kalau di inkubasi di bursa ini, mungkin nanti bisa banyak," terangnya.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, kerja sama ini juga merupakan bagian untuk mempromosikan agar UMKM dapat melantai di bursa. Adapun BEI terbuka untuk menerima daftar UMKM yang telah disiapkan KemenkopUKM untuk menuju IPO.

"Kalau misalkan mereka sudah siap ya bisa langsung, tapi kalau belum siap IDX punya inkubator, jadi kita siapkan mereka, sehingga bisa siap, bisa masuk, jadi listnya dari kementerian, mana yang kira2 ready," terang Iman.

Super-Holding Koperasi UMKM

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menambahkan bahwa BEI terbuka apabila KemenkopUKM ingin memfasilitasi pembentukan induk koperasi atau induk UMKM untuk kemudian masuk ke pasar modal.

"Kalau misalnya ada koperasi yang didanai, trus nanti (ada) holdingnya atau super-holding, maka itu (bisa) salah satunya," kata Nyoman.

Namun, Nyoman mengharapkan bahwa yang paling utama sebelum memutuskan IPO adalah fundamental bisnis. "Yang penting itu fundamentalnya, bangun yang menarik, bisa memberikan kontribusi bagi pemegang saham. Jadi kalau bisnisnya kecil, jangan berkecil hati," tandas Nyoman.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Berita Terkini
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved