Biaya Logistik Indonesia Mahal Dibandingkan Negara ASEAN, Sri Mulyani: Geografis Kita Rumit
Jum'at, 09 Juni 2023 - 20:45 WIB
loading...
Sri Mulyani sebut faktor geografis menyebabkan biaya logistik Indonesia mahal. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, faktor geografis merupakan penyebab biaya logistik di Indonesia lebih mahal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Wilayah Indonesia yang luas dan berkepulauan tentu melambungkan biaya logistik.
Baca juga: Sri Mulyani Cs Sepakat Turunkan Proyeksi Ekonomi Tahun 2024
Bila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, geografis Indonesia sangat rumit dan memberikan tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk membangun dan meningkatkan konektivitas.
“Bila dibandingkan dengan Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia, mereka tidak memiliki kerumitan seperti Indonesia. Mereka adalah negara-negara yang geografisnya relatif kecil,” ujar Menkeu Sri Mulyani dalam kegiatan “The New SINSW dan Agenda Diskusi: Let’s Talk about INSW” yang disiarkan secara virtual, Jumat (9/6/2023).
Alhasil, tidak mudah bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing logistik dan distribusi dengan negara-negara ASEAN lantaran kondisi geografis yang tidak sepadan. Menkeu mengatakan, diperlukan strategi khusus untuk meningkatkan konektivitas dan pemerataan logistik.
Baca juga: Sri Mulyani Cs Sepakat Turunkan Proyeksi Ekonomi Tahun 2024
Bila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, geografis Indonesia sangat rumit dan memberikan tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk membangun dan meningkatkan konektivitas.
“Bila dibandingkan dengan Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia, mereka tidak memiliki kerumitan seperti Indonesia. Mereka adalah negara-negara yang geografisnya relatif kecil,” ujar Menkeu Sri Mulyani dalam kegiatan “The New SINSW dan Agenda Diskusi: Let’s Talk about INSW” yang disiarkan secara virtual, Jumat (9/6/2023).
Alhasil, tidak mudah bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing logistik dan distribusi dengan negara-negara ASEAN lantaran kondisi geografis yang tidak sepadan. Menkeu mengatakan, diperlukan strategi khusus untuk meningkatkan konektivitas dan pemerataan logistik.
Lihat Juga :