3 Efek Perang Rusia Ukraina Terhadap Suplai dan Harga Gandum Dunia

Selasa, 13 Juni 2023 - 13:57 WIB
loading...
A A A
Besarnya produksi gas alam dan potash, Rusia menjadi salah satu produsen pupuk besar dunia. Adanya perang antara Rusia dan Ukraina tentu saja menjadi permasalah global, mengingat keduanya merupakan pemasok produk agrikultur kebutuhan dunia.

2. Pembatasan Ekspor Gandum

Keterkaitan antara perang Ukraina dan Rusia terhadap ketidakstabilan suplai bahan pangan merupakan suatu hal yang nyata. Adanya perang yang berkecamuk itu membuat sulitnya ekspor produk agrikultur khususnya gandum.

Sulitnya ekspor gandum ke berbagai negara tersebut memicu pembatasan ekspor pertanian di sejumlah negara. Sebut saja seperti India yang sempat memberlakukan pembatasan ekspor gandum dan gula.

3. Ketersediaan Gandum yang Terancam

Ketidakstabilan Ukraina membuat ketersediaan bahan komoditas gandum menjadi terancam. Dilansir dari lama Penton Media, Inc, dunia mengkonsumsi sekitar 787,4 juta metrik ton 928,9 miliar gantang) gandum setiap tahunnya.

Dengan adanya gangguan besar dari Ukraina dan Rusia, sangat mungkin jika ada kekurangan pasokan gandum dunia. Akibat dari hal tersebut tentu menjadi bencana kelaparan setiap negara. Bahkan secara berangsur akan berubah menjadi krisis pangan global.

Belakangan Rusia mengisyaratkan jika tuntutan untuk meningkatkan ekspor biji-bijian dan pupuknya tidak terpenuhi, maka mereka tidak akan melanjutkan kesepakatan ekspor dari tiga pelabuhan di Laut Hitam Ukraina. Sebelumnya ancaman dan tuntutan yang sama dilontarkan pada bulan Maret, lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved