Tumbuh Double Digit, Kredit Berkelanjutan BRI Tembus Rp710,9 Triliun
Rabu, 14 Juni 2023 - 12:06 WIB
loading...
Penyaluran kredit berkelanjutan BRI tumbuh secara tahunan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan penyaluran kredit berkelanjutan tumbuh 11,1% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp694,9 triliun pada kuartal I 2023. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp639,9 triliun.
"Dengan kinerja tersebut, BRI optimistis dapat menjadi market leader dalam penerapan ESG," ujar Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto melalui pernyataannya, dikutip, Rabu (14/6/2023).
Baca Juga: Utang BUMN Karya Menggunung, Bos BRI Buka Suara
Dia mengatakan kredit berkelanjutan tersebut disalurkan pada berbagai sektor, diantaranya adalah segmen UMKM, energi terbarukan, hingga transportasi ramah lingkungan. Adapun kontribusi segmen UMKM menjadi yang terbesar dengan persentase hingga 88,7% terhadap potofolio Kredit Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) BRI atau setara Rp630,7 triliun.
Solichin yang juga selaku pengurus di bidang Legal dan ESG Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) menjelaskan, ekonomi hijau di Tanah Air perlu terus didorong. Portofolio sustainable finance 4 bank terbesar di Indonesia mencapai sekitar Rp1.290 triliun. Dari jumlah itu, porsi green project baru Rp326 triliun dan sisanya aspek sosial.
Oleh karena itu, dalam memandang ekonomi hijau yang lebih spesifik dari keuangan berkelanjutan, menurutnya bisa dilihat dari sisi aset maupun liabilitas. Dari sisi aset merupakan portofolio pinjaman yang bergantung pada demand. Dari sisi liabilitas akan menyangkut regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan yang sudah siap sekarang ini adalah green bond.
Sementara dari sudut pandang perbankan, harapannya ada insentif untuk menerbitkan green bond. Sebab, ketika bank menerbitkan green bond akan digunakan untuk membayar green project atau memutar ekonomi hijau.
"Dengan kinerja tersebut, BRI optimistis dapat menjadi market leader dalam penerapan ESG," ujar Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto melalui pernyataannya, dikutip, Rabu (14/6/2023).
Baca Juga: Utang BUMN Karya Menggunung, Bos BRI Buka Suara
Dia mengatakan kredit berkelanjutan tersebut disalurkan pada berbagai sektor, diantaranya adalah segmen UMKM, energi terbarukan, hingga transportasi ramah lingkungan. Adapun kontribusi segmen UMKM menjadi yang terbesar dengan persentase hingga 88,7% terhadap potofolio Kredit Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) BRI atau setara Rp630,7 triliun.
Solichin yang juga selaku pengurus di bidang Legal dan ESG Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) menjelaskan, ekonomi hijau di Tanah Air perlu terus didorong. Portofolio sustainable finance 4 bank terbesar di Indonesia mencapai sekitar Rp1.290 triliun. Dari jumlah itu, porsi green project baru Rp326 triliun dan sisanya aspek sosial.
Oleh karena itu, dalam memandang ekonomi hijau yang lebih spesifik dari keuangan berkelanjutan, menurutnya bisa dilihat dari sisi aset maupun liabilitas. Dari sisi aset merupakan portofolio pinjaman yang bergantung pada demand. Dari sisi liabilitas akan menyangkut regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan yang sudah siap sekarang ini adalah green bond.
Sementara dari sudut pandang perbankan, harapannya ada insentif untuk menerbitkan green bond. Sebab, ketika bank menerbitkan green bond akan digunakan untuk membayar green project atau memutar ekonomi hijau.
Lihat Juga :