Ketimbang Utangnya Dibayar, Ini Alasan China Pilih Kuasai Pelabuhan Hambantota di Sri Lanka
Selasa, 20 Juni 2023 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Sri Lanka memiliki letak yang strategis, yang berada di sepanjang jalur pelayaran utama antara Selat Malaka dan Terusan Suez, yang menghubungkan Asia dan Eropa. Mengutip The Maritime Executive, diperkirakan 36.000 kapal, termasuk 4.500 kapal tanker minyak, menggunakan rute ini setiap tahunnya.
Nah satu-satunya pelabuhan utama di Sri Lanka, Pelabuhan Kolombo, tak sanggup lagi melayani penanganan peti kemas lantaran tidak bisa menyediakan fasilitas untuk industri dan layanan terkait pelabuhan.
Makanya, meski sudah menguasai pelabuhan, China terus melakukan ekspansinya. Belum lama ini, tersiar kabar bahwa raksasa minyak China, Sinopec, akan membangun pusat distribusi dan kilang minyak baru di pelabuhan itu.
Nah yang terbaru, di pelabuhan itu akan dibangun 5.000 slot baru untuk pengiriman kendaraan. Saat ini kapasitas slot itu baru sekitar 28.000 slot. Investasi yang digelontorkan untuk pembangunan fasilitas itu USD8 juta dolar, atau Rp120 miliar (kurs Rp15.000).
Seperti diketahui, pembangunan pelabuhan yang terletak di sepanjang pantai selatan pulau Samudra Hindia ini memakan dana senilai USD1,5 miliar atau sekitar Rp225 triliun. Sebanyak USD1,1 miliar atau Rp16,5 trilun dana itu berasal dari utang yang gelontorkan China.
Nah satu-satunya pelabuhan utama di Sri Lanka, Pelabuhan Kolombo, tak sanggup lagi melayani penanganan peti kemas lantaran tidak bisa menyediakan fasilitas untuk industri dan layanan terkait pelabuhan.
Makanya, meski sudah menguasai pelabuhan, China terus melakukan ekspansinya. Belum lama ini, tersiar kabar bahwa raksasa minyak China, Sinopec, akan membangun pusat distribusi dan kilang minyak baru di pelabuhan itu.
Nah yang terbaru, di pelabuhan itu akan dibangun 5.000 slot baru untuk pengiriman kendaraan. Saat ini kapasitas slot itu baru sekitar 28.000 slot. Investasi yang digelontorkan untuk pembangunan fasilitas itu USD8 juta dolar, atau Rp120 miliar (kurs Rp15.000).
Seperti diketahui, pembangunan pelabuhan yang terletak di sepanjang pantai selatan pulau Samudra Hindia ini memakan dana senilai USD1,5 miliar atau sekitar Rp225 triliun. Sebanyak USD1,1 miliar atau Rp16,5 trilun dana itu berasal dari utang yang gelontorkan China.
Lihat Juga :