Perluasan Akses Pasar UKM Tidak Lepas dari Peran E-commerce
Rabu, 28 Juni 2023 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Kendala regulasi pun menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pengusaha kecil dan menengah. "Ia tidak punya informasi mengenai pajak, perizinan, dan beberapa aturan lainnya yang belum tersosialisasikan," ujar Dira.
Senada dengan Dira, Kepala Bidang Investasi UKM, Kemenkop UKM Rossa Novitasari mengatakan salah satu kendala UKM adalah produknya tidak terstandar dengan baik.
"Boleh jadi pada pesanan pertama, produk yang dijual berkualitas, tapi pesanan kedua dan ketiga, kualitas produk itu tidak dijaga secara konsisten," ujarnya.
Selain itu, legalitas usaha juga menjadi kendala karena menghambat mereka untuk mengakses pembiayaan. "Dengan begitu mereka mengalami hambatan saat harus memperbesar kapasitas produksi atau meningkatkan layanannya," ujarnya.
Begitu juga dengan pemasaran yang kadang kala menjadi tantangan tersendiri. "Beruntung kita punya platform e-commerce seperti Tokopedia yang bisa membantu mempromosikan produk dan jasa pelaku usaha secara lebih luas ke seluruh pelosok di tanah air," tambahnya.
Meski begitu, Rossa mengungkapkan pemerintah juga sudah berusaha maksimal mengatasi berbagai kendala yang dialami para pelaku UKM. Salah satunya adalah mengadakan program pelatihan kewirausahaan berbasis klaster sesuai jenis usaha. Kemudian ada juga hibah dan pembelian alat produksi, kredit usaha, sertifikasi produk, dan program kemitraan.
Memang, dalam pelaksanaannya program tersebut kadang belum optimal dan akan terus diperbaiki. Misalnya, dalam pelatihan-pelatihan yang dilakukan pun seringkali materi pelatihan yang diadakan kurang relevan dan menyasar langsung kebutuhan pelaku UKM.
Dengan kata lain, materi pelatihan yang diberikan masih terlalu basic. Padahal pelaku UKM membutuhkan pelatihan yang lebih advance. Hadir juga pada acara itu, Alfredo Setiabudi selaku Senior Vice President of Ads Solution, Tokopedia, menjelaskan bagaimana Tokopedia telah memiliki 4 skema keanggotaan seller. Regular Merchant, Power Merchant, Power Merchant PRO, dan Official Store.
Senada dengan Dira, Kepala Bidang Investasi UKM, Kemenkop UKM Rossa Novitasari mengatakan salah satu kendala UKM adalah produknya tidak terstandar dengan baik.
"Boleh jadi pada pesanan pertama, produk yang dijual berkualitas, tapi pesanan kedua dan ketiga, kualitas produk itu tidak dijaga secara konsisten," ujarnya.
Selain itu, legalitas usaha juga menjadi kendala karena menghambat mereka untuk mengakses pembiayaan. "Dengan begitu mereka mengalami hambatan saat harus memperbesar kapasitas produksi atau meningkatkan layanannya," ujarnya.
Begitu juga dengan pemasaran yang kadang kala menjadi tantangan tersendiri. "Beruntung kita punya platform e-commerce seperti Tokopedia yang bisa membantu mempromosikan produk dan jasa pelaku usaha secara lebih luas ke seluruh pelosok di tanah air," tambahnya.
Meski begitu, Rossa mengungkapkan pemerintah juga sudah berusaha maksimal mengatasi berbagai kendala yang dialami para pelaku UKM. Salah satunya adalah mengadakan program pelatihan kewirausahaan berbasis klaster sesuai jenis usaha. Kemudian ada juga hibah dan pembelian alat produksi, kredit usaha, sertifikasi produk, dan program kemitraan.
Memang, dalam pelaksanaannya program tersebut kadang belum optimal dan akan terus diperbaiki. Misalnya, dalam pelatihan-pelatihan yang dilakukan pun seringkali materi pelatihan yang diadakan kurang relevan dan menyasar langsung kebutuhan pelaku UKM.
Dengan kata lain, materi pelatihan yang diberikan masih terlalu basic. Padahal pelaku UKM membutuhkan pelatihan yang lebih advance. Hadir juga pada acara itu, Alfredo Setiabudi selaku Senior Vice President of Ads Solution, Tokopedia, menjelaskan bagaimana Tokopedia telah memiliki 4 skema keanggotaan seller. Regular Merchant, Power Merchant, Power Merchant PRO, dan Official Store.
Lihat Juga :