Iklim Investasi Jateng Kondusif Era Ganjar, Pakar: Tumbuhkan Ekonomi & Turunkan Angka Kemiskinan

Jum'at, 30 Juni 2023 - 07:38 WIB
loading...
Iklim Investasi Jateng...
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus berusaha menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal itu berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat serta berhasil menurunkan angka kemiskinan. Foto/Dok
A A A
SLEMAN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terus berusaha menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal itu berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat serta berhasil menurunkan angka kemiskinan .

"Pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah, termasuk di Provinsi Jawa Tengah, dapat dipengaruhi oleh variabel konsumsi rumah tangga, investasi domestik dan asing, pengeluaran pemerintah, dan net ekspor atau selisih antara ekspor dengan impor," kata Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dr. Y. Sri Susilo, MSi, Jumat (29/6/2023).

Baca Juga: Lampaui Pertumbuhan Ekonomi RI dan 4 Provinsi, Pakar: Program Ganjar Sukses Genjot Perekonomian Jateng

Menurut Susilo, Pemprov Jateng di bawah komando Ganjar telah mempermudah seluruh kegiatan investasi dan menuntaskan persoalan pungutan liar investasi di Jateng.

"Di samping itu, tenaga kerja yang semakin kompetitif baik dalam upah dan produktivitas menjadi faktor lain mengalirnya investasi di Provinsi Jawa Tengah. Tentu dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam perijinan investasi juga menjadi faktor yang penting untuk menarik investor ke Jateng," lanjutnya.

Baca Juga: Berbagai Inovasi Sukses Berdayakan UMKM di Jateng, Syafril Nasution: Bukti Leadership Ganjar Kuat

Berdasarkan data Dinas PMPTSP Jateng, realisasi investasi mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2016, realisasi investasi mencapai Rp38,18 triliun, 2017 tercatat Rp51,54 triliun, 2018 menjadi Rp59,27 triliun, 2019 berkembang hingga Rp59,50 triliun.

Pada 2020, akibat Covid-19, investasi turun menjadi Rp50,24 triliun. Selanjutnya pada 2021, merangkak naik menjadi Rp52,71 triliun, dan pada 2022 sampai Triwulan III Rp44,99 triliun.

Sedangkan di 2022, tercatat dari triwulan I hingga III, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp26,82 triliun, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp18,17 triliun, dengan total Rp44,99 triliun. Dengan jumlah proyek investasi sebanyak 14.704 unit dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 170.757 orang.

Serapan tenaga kerja tersebut, lanjut Susilo, berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Data BPS menyebut jumlah waerga miskin di Jateng terus mengalami tren penurunan pada masa pemerintahan Gubernur Ganjar Pranowo.

Tahun 2013, jumlah penduduk miskin di Jateng sebanyak 4,8 juta orang atau 14,44%. Ini adalah periode awal Ganjar menjabat atau mulai kuartal IV-2013, tahun 2014 jumlah tersebut turun menjadi 4,56 juta jiwa atau 13,58%.

Tahun 2015, jumlah penduduk miskin di Jateng mengalami kenaikan 15,21 ribu orang menjadi 4,57 juta jiwa, namun secara persentase penduduk miskin tetap yaitu sebesar 13,58%.

Tren penurunan kemiskinan di Jateng terus mengalami penurunan dari tahun 2016-2019, rinciannya tahun 2016 sebanyak 4,5 juta jiwa (13,27%), tahun 2017 4,45 juta jiwa (13,01%), tahun 2018 3,89 juta jiwa (11,32%), dan tahun 2019 3,74 juta jiwa (10,80%).

Pandemi Covid-19 yang mulai melanda tahun 2020 berdampak pada kenaikan angka kemiskinan Jateng menjadi 3,98 juta jiwa (11,41 persen), tahun 2021 ketika dampak ekonomi imbas Pandemi Covid-19 makin terasa jumlah kemiskinan Jateng kembali naik menjadi 4,1 juta jiwa (11,79%).

Tahun 2022 dengan berbagai intervensi yang dilakukan Ganjar, angka kemiskinan Jateng kembali turun menjadi 3,83 juta jiwa (10,93%).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Buka Cabang Semarang,...
Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
Program MBG Bisa Genjot...
Program MBG Bisa Genjot Ekonomi Daerah jika Tata Kelola Diperbaiki
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Rekomendasi
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Berita Terkini
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Infografis
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved