Jika Tunggakan Obligor BLBI Diolah, Segini Manfaatnya Bagi Ekonomi
Sabtu, 01 Juli 2023 - 19:44 WIB
loading...
Tunggakan para obligor BLBI yang belum tertagih disebut memiliki manfaat ekonomi bernilai Rp125 triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menyebutkan bahwa jika dibayarkan, tunggakan obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) akan mendatangkan manfaat luar biasa bagi masyarakat.
Saat ini, pemerintah baru berhasil menagih sekitar 26% dari tunggakan yang nilainya sekitar Rp110 triliun. Artinya, ada sekitar Rp81,6 triliun yang belum tertagih dengan dampak ekonomi yang hilang mencapai sekitar Rp125 triliun.
Baca Juga: Masa Kerja Tinggal 5 Bulan, Satgas BLBI Diminta Periksa Obligor hingga 3 Turunan
"Jika kita hitung, apabila obligor itu bayar dan dimanfaatkan oleh pemerintah, maka (dampak) yang bisa diterima masyarakat sekitar Rp125 triliun," kata Huda dalam diskusi Indonesian Journalist of Law (IJL) di Jakarta, Sabtu (1/7/2023).
Merujuk catatan Huda, pendapatan masyarakat juga hilang sekitar Rp124 triliun dan penerimaan pajak tidak langsung hilang sekitar Rp340 miliar serta tenaga kerja tidak terserap 1,37 juta jiwa. Sementara dari tunggakan Bank Tamara yang belum disetorkan, dampak ekonomi yang hilang Rp594,9 miliar, pendapatan masyarakat Rp531 miliar, penerimaan pajak tidak langsung Rp1,4 miliar dan tenaga kerja tidak terserap sekitar 5.820 jiwa.
Saat ini, pemerintah baru berhasil menagih sekitar 26% dari tunggakan yang nilainya sekitar Rp110 triliun. Artinya, ada sekitar Rp81,6 triliun yang belum tertagih dengan dampak ekonomi yang hilang mencapai sekitar Rp125 triliun.
Baca Juga: Masa Kerja Tinggal 5 Bulan, Satgas BLBI Diminta Periksa Obligor hingga 3 Turunan
"Jika kita hitung, apabila obligor itu bayar dan dimanfaatkan oleh pemerintah, maka (dampak) yang bisa diterima masyarakat sekitar Rp125 triliun," kata Huda dalam diskusi Indonesian Journalist of Law (IJL) di Jakarta, Sabtu (1/7/2023).
Merujuk catatan Huda, pendapatan masyarakat juga hilang sekitar Rp124 triliun dan penerimaan pajak tidak langsung hilang sekitar Rp340 miliar serta tenaga kerja tidak terserap 1,37 juta jiwa. Sementara dari tunggakan Bank Tamara yang belum disetorkan, dampak ekonomi yang hilang Rp594,9 miliar, pendapatan masyarakat Rp531 miliar, penerimaan pajak tidak langsung Rp1,4 miliar dan tenaga kerja tidak terserap sekitar 5.820 jiwa.
Lihat Juga :